NEW YORK — Nama Islam Makhachev kian gencar disebut-sebut sebagai petarung terbaik sepanjang masa (Greatest of All Time/GOAT) di panggung MMA. Namun, meski sang raja dua divisi terus mengukir rekor fantastis, CEO UFC Dana White rupanya masih enggan buru-buru menyematkan mahkota GOAT tersebut kepada petarung asal Rusia itu.
Makhachev dijadwalkan kembali mempertahankan sabuk juara kelas welterweight miliknya melawan Ian Machado Garry di laga utama UFC 330. Duel ini menjadi momen sejarah besar: jika menang, Makhachev tidak hanya mempertegas dominasinya setelah sebelumnya memecahkan rekor pertahanan gelar terbanyak di kelas lightweight, tetapi juga melampaui rekor legendaris Anderson Silva dengan 17 kemenangan beruntun di UFC.
Minta Publik Bersabar Hingga Hasil UFC 330
Meski mengakui Makhachev berada di jalur yang sangat tepat, Dana White memilih untuk tetap membumi dan melihat dulu bagaimana performa petarung nomor satu Pound-for-Pound itu pada akhir pekan nanti. "Saya tidak memikirkan hal-hal seperti itu (status GOAT) sebelum pertarungannya benar-benar terjadi," ujar White dalam sesi konferensi pers usai ajang Contender Series.
"Mari kita lihat dulu penampilannya Sabtu nanti. Jika Anda terus berjuang, menundukkan kepala, dan menjatuhkan lawan satu per satu, barulah saat Anda memutuskan pensiun, kita semua bisa menilai di mana posisi Anda dalam sejarah besar MMA. Dia jelas berada di jalan yang benar, itu sudah pasti."
Punya Segala Syarat, Namun Harus Diuji Lagi
Di mata White, nama-nama seperti Jon Jones atau Georges St-Pierre memiliki warisan (legacy) panjang yang diuji dari waktu ke waktu. Walau Makhachev memiliki seluruh syarat untuk menyamai atau bahkan melampaui para legenda tersebut, White menegaskan bahwa pembuktian di atas oktagon Sabtu nanti adalah kuncinya. "Dia punya segalanya untuk menjadi yang terbaik. Tapi saya pikir kita harus membicarakan hal ini lagi pada Sabtu malam setelah pertarungan, dan menilai semuanya berdasarkan performanya serta keberhasilannya memecahkan rekor," pungkas sang bos UFC. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co