Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Modal Baterai Monster dan Kamera Periskop, Motorola Edge 70 Pro Siap Guncang Pasar Flagship

Redaksi Prokal • Kamis, 11 Juni 2026 | 07:15 WIB
Motorola Edge 70 Pro
Motorola Edge 70 Pro

 
PROKAL.CO- Motorola kembali menggebrak panggung smartphone premium kelas menengah melalui peluncuran jagoan terbarunya, Motorola Edge 70 Pro. Perangkat ini datang dengan membawa senjata utama berupa baterai berkapasitas monster 6.500 mAh yang diklaim sanggup bertahan hingga tiga hari untuk pemakaian ringan. Stamina luar biasa ini menjadi daya pikat raksasa yang siap membuat para kompetitor di kelasnya ketar-ketir.

Tidak hanya menjual ketahanan daya, Motorola juga merombak sektor fotografi dengan menyematkan kamera telefoto periskop 50MP yang memiliki kemampuan zoom optik hingga 3,5 kali. Kombinasi maut antara baterai badak dan kamera premium ini sengaja diracik agar Edge 70 Pro tampil lebih agresif dalam menantang dominasi produk-produk flagship besutan Samsung, Xiaomi, hingga Apple.

Namun, lompatan spesifikasi yang menggiurkan ini harus dibayar mahal oleh konsumen. Berdasarkan laporan dari Trusted Reviews, Motorola Edge 70 Pro dibanderol dengan harga berkisar Rp16,7 juta. Angka tersebut menandai adanya kenaikan harga yang cukup menguras kantong, yakni melonjak sekitar Rp3,3 juta dibanding generasi pendahulunya.

Dari sektor visual, Motorola Edge 70 Pro memanjakan mata penggunanya lewat panel layar pOLED melengkung berukuran 6,78 inci. Layar ini memiliki resolusi tajam 2.772 x 1.272 piksel serta didukung refresh rate super mulus 144Hz. Sensasi premium kian terasa berkat tingkat kecerahan puncak (peak brightness) yang mampu menembus 5.000 nits saat memutar konten HDR, menjadikannya sebagai salah satu panel layar paling terang di industri ponsel saat ini.

Untuk urusan estetika bodi, pabrikan mempertahankan bahasa desain khas mereka dengan lekukan bodi yang ergonomis. Uniknya, Motorola menawarkan varian casing belakang bertekstur antimainstream yang menyerupai kain, denim, hingga material kayu asli. Sayangnya, di tengah kemewahan visual tersebut, keputusan Motorola yang masih mempertahankan penggunaan material rangka berbahan plastik menjadi salah satu titik minus utama yang dihujani kritik oleh para pengulas gawai.

Dapur pacu perangkat ini dipercayakan pada chipset MediaTek Dimensity 8500, yang dikombinasikan secara apik bersama RAM 12GB LPDDR5X serta ruang penyimpanan internal super lega 512GB berteknologi UFS 4.1. Dalam berbagai uji coba harian, konfigurasi mesin ini terbukti sangat andal dan lancar tanpa kendala saat melahap berbagai aplikasi multitasking maupun game-game dengan grafis berbobot berat.

Beralih ke sektor kamera yang menjadi lompatan terbesar tahun ini, Motorola tidak main-main. Di bagian belakang tersemat kamera utama 50MP dengan sensor Sony LYTIA 710, ditemani kamera ultra-wide 50MP, dan lensa telefoto periskop 50MP. Kamera depan untuk kebutuhan swafoto pun sudah dipersenjatai sensor 50MP lengkap dengan fitur autofocus.

Teknologi kamera telefoto pada ponsel ini disebut-sebut sebagai salah satu komponen terbaik. Hasil tangkapan gambar berbasis zoom dinilai mampu menyajikan reproduksi warna yang jauh lebih natural ketimbang kamera utamanya. Bahkan, ketika dipaksa melakukan pembesaran digital hingga 10 kali, kualitas foto yang dihasilkan masih sangat tajam dan layak memadati lini masa media sosial.

Motorola juga memastikan ponsel ini memiliki durabilitas tinggi dengan mengantongi sertifikasi ketahanan air dan debu IP68 dan IP69, serta kelolosan uji ketahanan standar militer MIL-STD-810H. Sertifikasi ini membuat Edge 70 Pro jauh lebih tangguh menghadapi benturan ekstrem, debu, dan cipratan air dibanding mayoritas ponsel lain di kelas harga yang sama.

Bergerak ke sektor perangkat lunak, Motorola mulai menyuntikkan fitur kecerdasan buatan terintegrasi lewat Moto AI. Menariknya, pendekatan ini justru dinilai sedikit membingungkan bagi pengguna awam karena Motorola secara bersamaan menjejalkan asisten pintar lain seperti Google Gemini, Microsoft Copilot, hingga Perplexity di dalam satu ruang kemudi.

Satu lagi kritik pedas yang membayangi perangkat ini adalah durasi dukungan pembaruan sistem operasi. Motorola hanya menjanjikan tiga kali pembaruan versi Android dan lima tahun pembaruan keamanan. Kebijakan ini dinilai tertinggal jauh di belakang Samsung dan Google yang kini sudah berani memberikan garansi pembaruan sistem hingga tujuh tahun.

Kendati demikian, bagi konsumen yang memprioritaskan ketahanan baterai di atas segalanya, kelemahan tersebut tampaknya akan mudah termaafkan. Dalam pengujian ekstrem selama 14 jam penuh untuk aktivitas berat—mulai dari streaming video tanpa henti, berselancar di internet, hingga uji benchmark performa—baterai Motorola Edge 70 Pro secara ajaib masih mampu menyisakan daya hampir 60 persen. Sebuah capaian luar biasa yang mendefinisikan ulang arti ponsel tahan lama. (*)

Editor : Indra Zakaria
#motorola