Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diduga Alami Depresi, WNA Asal Belanda Mengamuk di Bandara SAMS Sepinggan

R
JG diamankan di ruang Detesi Imigrasi. Putra dari JG sedang berkonsultasi dengan dokter RS Dr. R. Hardjanto Balikpapan untuk pengobatan ibunya. (IST.)
JG diamankan di ruang Detesi Imigrasi. Putra dari JG sedang berkonsultasi dengan dokter RS Dr. R. Hardjanto Balikpapan untuk pengobatan ibunya. (IST.)

Advertisement

BALIKPAPAN – Suasana di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, mendadak riuh setelah seorang warga negara asing (WNA) asal Belanda berinisial JG (55) melakukan aksi mengamuk di area keberangkatan. Insiden yang terjadi saat wanita tersebut hendak melakukan penerbangan ini memaksa petugas keamanan bandara dan pihak Imigrasi turun tangan untuk melakukan pengamanan.

Indikasi Gangguan Kejiwaan dan Langkah Humanis

Kepala Seksi Intelijen Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan, Doni Purwokohadi Sandra Dewa, menjelaskan bahwa pihaknya segera mengamankan JG setelah menerima laporan terkait keributan yang ditimbulkannya. Berdasarkan pemeriksaan awal dan pengamatan di lapangan, terdapat indikasi kuat bahwa yang bersangkutan tengah mengalami gangguan kejiwaan atau depresi berat.

Advertisement

Guna memastikan kondisi kesehatannya, pihak Imigrasi mengambil langkah humanis dengan memfasilitasi pemeriksaan medis. Koordinasi pun dilakukan dengan dokter di Rumah Sakit Tentara Balikpapan untuk memberikan penanganan yang tepat. Saat ini, JG ditempatkan di ruang detensi Imigrasi sembari menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Kedutaan Besar Belanda.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, JG sebenarnya sudah berada di Balikpapan selama kurang lebih dua minggu. Ia datang bersama putranya dengan tujuan awal untuk berwisata sekaligus upaya pemulihan dari depresi yang dialaminya. Sang anak berharap suasana baru di Indonesia dapat membantu kondisi mental ibunya, namun yang terjadi justru sebaliknya; kondisi kejiwaan JG kambuh saat berada di Balikpapan.

Seharusnya, JG dan putranya dijadwalkan kembali ke negara asalnya pada 8 April 2026. Namun, karena kondisi kesehatan yang belum stabil, izin tinggalnya sempat diperpanjang oleh sang anak sebelum akhirnya insiden di bandara tersebut terjadi.

Advertisement

Proses pengamanan terhadap JG tidak berjalan mulus. Petugas sempat mengalami kesulitan lantaran JG bersikap tidak kooperatif, meronta, hingga berteriak histeris saat hendak ditenangkan. Personel dari Polres Balikpapan pun turut dikerahkan untuk membantu petugas Imigrasi dalam meredam situasi agar tidak mengganggu operasional bandara serta kenyamanan penumpang lainnya.

Pihak Imigrasi kini masih memantau perkembangan kondisi kesehatan JG. Rencana pemulangan atau deportasi ke Belanda akan segera dilaksanakan setelah tim medis menyatakan kondisi yang bersangkutan sudah cukup stabil untuk melakukan perjalanan udara jarak jauh. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Jual Wadah Air Saat Kemarau, Adik Tebas Jempol Kakak Pakai Badik

Jual Wadah Air Saat Kemarau, Adik Tebas Jempol Kakak Pakai Badik

Jual Wadah Air Saat Kemarau, Adik Tebas Jempol Kakak Pakai Badik BALIKPAPAN – Musim kemarau panjang yang memicu krisis air bersih di Kota Ba

“ISPU Tembus 112, Gunakan Masker!” – Udara Balikpapan Masuk Kategori Tidak Sehat

“ISPU Tembus 112, Gunakan Masker!” – Udara Balikpapan Masuk Kategori Tidak Sehat

“ISPU Tembus 112, Gunakan Masker!” – Udara Balikpapan Masuk Kategori Tidak Sehat BALIKPAPAN – Kualitas udara di Kota Balikpapan, Kalimantan

“Banyak Aspirasi Harus Dicoret!” – Anggaran Balikpapan Cekak, DPRD Minta Warga Bersabar

“Banyak Aspirasi Harus Dicoret!” – Anggaran Balikpapan Cekak, DPRD Minta Warga Bersabar

“Banyak Aspirasi Harus Dicoret!” – Anggaran Balikpapan Cekak, DPRD Minta Warga Bersabar BALIKPAPAN – Warga Kota Balikpapan tampaknya harus m

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer