Horor di Blok B7 Lapas Balikpapan: Polisi Ungkap Napi Tewas Akibat 2 Penganiayaan Maut dalam Sehari

BALIKPAPAN — Fakta mengerikan terungkap dalam kasus tewasnya Muhammad Husin (40), seorang narapidana di Lapas Kelas IIA Balikpapan. Polsek Balikpapan Selatan resmi menetapkan tiga orang tersangka usai menemukan bukti bahwa korban mengalami dua kali aksi penyiksaan mematikan yang berbeda hanya dalam waktu kurun kurang dari 24 jam.
Tragedi berdarah yang terjadi pada 30 September 2026 ini memaksa pihak kepolisian untuk memecah kasus menjadi dua berkas perkara terpisah.
"Dari hasil gelar perkara, kami menemukan fakta bahwa ada dua peristiwa pidana berbeda yang dialami korban dalam satu hari yang sama. Oleh karena itu, penanganan kasus ini kami pecah menjadi dua berkas perkara," tegas Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan, Iptu Iskandar Iham, mewakili Kapolsek Kompol Marja Cakra Hasta.
Dua Tragedi Berbeda: Diiringi Aksi Tunggal dan Pengeroyokan
Iskandar membeberkan bahwa ketiga tersangka berinisial I (47), ND (26), dan R (35)—yang merupakan teman satu sel korban—tidak melakukan aksi keji tersebut secara bersamaan. Penyiksaan pertama terjadi pada siang hari yang dilakukan secara tunggal oleh tersangka I. Tak berhenti di situ, insiden kedua kembali terjadi pada malam harinya ketika tersangka ND dan R mengeroyok korban hingga meregang nyawa.
Akibat pembagian kronologi tersebut, kepolisian menerapkan pasal KUHP yang berbeda sesuai peran masing-masing pelaku.
"Untuk tersangka I yang beraksi sendiri pada siang hari, kami jerat dengan Pasal 466 tentang penganiayaan. Sementara untuk tersangka ND dan R yang mengeroyok korban pada malam hari hingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, kami terapkan Pasal 262 ayat (4)," jelas Iskandar.
Akar dari tragedi maut di Blok B7 ini disinyalir dipicu oleh gesekan sosial antartahanan. Korban yang diketahui merupakan penghuni baru dan belum lama dipindahkan ke sel tersebut dilaporkan kerap menunjukkan tingkah laku yang dianggap 'nyeleneh'.
"Sikap korban diduga kuat memancing emosi penghuni lama. Berawal dari cekcok mulut, akumulasi kemarahan para penghuni sel akhirnya meledak hingga berujung pada aksi kekerasan fatal ini," pungkasnya. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




