Tim komunikasi antar kementerian/lembaga turut meninjau lokasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Tim komunikasi yang terdiri dari Kantor Staf Presiden (KSP), Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Otorita IKN ini, juga ingin memastikan kesiapan pembangunan infrastruktur di IKN. Terutama jelang upacara peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, yang menyisakan waktu sebulan lagi ini.
Kunjungan kerja ini dilakukan pada Jumat (19/7) ke beberapa lokasi pembangunan infrastruktur dasar yang hampir rampung dikunjungi oleh tim komunikasi antar kementerian/lembaga ini. Seperti Plaza Seremoni, Kantor Presiden, dan Intake Sungai Sepaku. Fasilitas dan infrastruktur yang dikunjungi tersebut, berkaitan dengan kesiapan upacara HUT ke-79 Kemerdekaan RI di IKN.
Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Hidayat Sumadilaga menjelaskan berbagai progres perkembangan terkini pembangunan IKN. Seperti kesiapan lapangan upacara, kantor presiden, dan infrastruktur air untuk mendukung kelancaran perayaan HUT RI ke-79 pada 17 Agustus 2024 mendatang.
“Di IKN sudah ada sumber air baku. Selain itu ada sumber lain, yaitu Bendungan Sepaku Semoi. Kapasitasnya secara teknis di Intake Sepaku adalah 3 ribu liter per detik. Sedangkan Bendungan Sepaku Semoi adalah 2.500 liter per detik,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/7).
Mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR tahun 2018 hingga 2020 ini melanjutkan, pada tahap pertama, sumber air baku yang akan digunakan IKN adalah bersumber dari Intake Sepaku. Belum disuplai dari Bendungan Sepaku Semoi yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 4 Juni 2024 lalu.
“Air dari Intake Sepaku ini yang akan diproses melalui pengolahan air bersih. Di samping intake ini kemudian dialirkan melalui pipa sepanjang 16 kilometer ke pusat pemerintahan. Dari sana didistribusi ke setiap persil setiap gedung, menjadi air bersih yang nanti digunakan di IKN,” ungkapnya.
Selain itu, Danis Hidayat Sumadilaga juga menjelaskan mengenai infrastruktur jalan tol penunjang IKN. Yang akan rampung dalam waktu dekat adalah Jalan Tol IKN yang berada di sisi Balikpapan menuju IKN. Ditargetkan jalan tol ini, dapat difungsikan pada 17 Agustus 2024 nanti.
“Pada saat ini Kementerian PUPR sedang membangun tol yaitu seksi 3A, 3B dan 5A yang insya allah progresnya rata-rata sudah 90 persen. Akan kita fungsionalkan satu jalur dengan masing-masing tiga lajur dan dua lajur untuk digunakan menuju IKN,” jelasnya.
Dia menyebut saat ini, perjalanan darat untuk sampai ke IKN dari Balikpapan kurang lebih dua setengah jam. Menggunakan jalan nasional dari Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan menuju Tol Balikpapan Samarinda (Balsam) hingga tembus di jalan nasional yang ada di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menuju jalan nasional di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Nantinya melalui Jalan Tol IKN, yakni Seksi 3A di Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara serta Seksi 3B dan Seksi 5A di Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat di Kota Balikpapan, maka perjalanan darat dapat dipangkas. Dengan waktu ditempuh dengan satu jam perjalanan darat.
“Kalau dari Balikpapan tadi memerlukan dua setengah jam, mulai tol fungsional itu sekitar satu sampai satu setengah jam. Sehingga kita menghemat satu setengah jam. Mudah-mudahan pada 17 Agustus itu sudah bisa terealisasi,” harap Danis Hidayat Sumadilaga.
Sementara itu, Troy Pantouw, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik yang hadir dalam kegiatan itu menyambut baik kunjungan tim komunikasi antar lembaga pemerintah ini.
Dia berharap melalui kolaborasi bersama tim terpadu antar kementerian/lembaga ini, dapat menyampaikan informasi terkini mengenai pembangunan IKN.
“Karena komunikasi dan informasi publik yang terpadu adalah pilar sosialisasi yang sangat penting. Dalam memberikan pemahaman masyarakat atas keberadaan IKN,” katanya. (*)