Menurut Iskandar, kejadian bermula ketika korban meminta izin kepada gurunya untuk buang air kecil ke WC sekolah.
“Kita juga tidak tahu pasti posisinya anak ini sudah kencing atau belum. Namun, menurut siswa tersebut, tiba-tiba saja tanganya digigit ular ketika masuk ke dalam WC. Yang digigit tangan kanan,” jelas Iskandar.
Masih diceritakan Iskandar, korban sempat berusaha menarik tanganya agar terlepas dari gigitan binatang berbisa itu.
Hingga akhirnya, korban berhasil melepaskan diri dan melaporkan kejadian itu kepada guru. “Setelah mendapatkan laporan ada siswa digigit ular, kita berusaha berikan pertolongan pertama dengan mengikatkan tali di sekitar tangan yang digigit ular.
Tujuannya agar racun dari bisa ular tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya,” kata Iskandar.
Kemudian, sambung Iskandar, pihaknya membawa siswa korban gigitan ular ke Puskesmas Sungai Pinyuh untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, pihak Puskesmas menyarankan agar korban dibawa ke RSUD dr Rubini Mempawah. “Sebelum dibawa ke Rubini, kita sempat mencari orang tua siswa untuk mendapatkan persetujuan dan pihak orang tua langsung bersedia.
Alhamdulillah, saat ini kondisi siswa sudah lebih baik setelah mendapatkan penanganan medis,” pungkasnya. (wah)