PELAIHARI – Keberadaan gedung baru Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tanah Laut (Tala) menunggu partisipasi masyarakat untuk mendonorkan darah, walaupun stok darah yang berlokasi di Jalan Hadji Boejasin Pelaihari masih aman.
Perlu diketahui, selain sebagai salah satu cara menjaga kesehatan reproduksi darah, aktifitas donor darah juga menjadi alternatif beramal kepada sesama.
Kepala Markas PMI Tala Ahmad Zahid menilai keterlibatan masyarakat, dalam kegiatan donor darah sudah cukup baik, bahkan stok darah sementara di Tala pun masih dinilai aman. Namun diharapkan, ke depan bisa lebih meningkat lagi dengan mengunjungi langsung kantor PMI Tala atau kegiatan donor darah saat ada acara kegiatan organisasi atau perusahaan.
“Kami selalu mengharapkan terus masyarakat untuk melakukan donor darah,” terangnya.
Selain itu, Koordinator Donor Darah Padlianor menerangkan, terkait masih adanya paradigma di masyarakat tentang biaya dalam pengambilan darah bagi pasien yang memerlukan, masyarakat perlu memahami, bahwa PMI tidak memperjualbelikan darah. Adapun ada biaya yang diminta petugas, itu biaya keseluruhan pengganti pengolahan darah, diantaranya biaya kantung darah dan biaya pemeriksaan potensi penyakit yang ada di darah.
Padli menambahkan, biaya yang dikeluarkan masyarakat adalah bagi yang berstatus mandiri tanpa jaminan, bagi masyarakat yang memakai jaminan seperti BPJS, Jamkesda dan Jamkesmas, tidak dipungut biaya apapun dalam pengambilan darah.
Berdasarkan stok darah diketahui, untuk per tanggal 28 Januari 2020 terdapat ada 52 kantong, untuk golongan darah A sebanyak 13 kantong, golongan darah B sebanyak 10 kantong, golongan darah O sebanyak 22 kantong, dan golongan darah AB sebanyak 7 kantong. (ard/Diskominfo/by/bin)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin