Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Hewan Ternak di Kalsel Melimpah, Namun Tenaga Dokter Hewan Masih Minim

Fauzan Ridhani • 2024-06-07 12:00:00
ilustrasi sapi
ilustrasi sapi

Prokal.co, Angka populasi ternak di Kalsel cukup banyak. Meminjam data BPS Kalsel tahun 2022, sapi potong di 13 kabupaten/kota sebanyak 169.253 ekor, sementara ternak unggas ayam kampung sebanyak 9.762.058 ekor, dan ternak unggas itik sebanyak 3.386.449 ekor.

Belum lagi populasi ternak lainnya baik pedaging maupun petelur di Kalsel sangat melimpah. Melimpahnya populasi ternak di Kalsel, harus diimbangi dengan keberadaan dokter hewan yang bertugas menjaga kesehatan hewan agar dalam kondisi sehat dan bisa berproduksi maupun reproduksi secara optimal. 

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalsel, Eko Santosa menuturkan satu dokter hewan dapat mengawal kesehatan 3000 ekor sapi.

"Di Kalsel, populasi sapi saja mencapai 190 ribu ekor, dengan demikian perlu idealnya kira-kira 63 dokter hewan, itu belum termasuk hewan unggas lainnya," ucap Edi kepada Radar Banjarmasin, Kamis (6/6/2024).

Edi membeberkan saat ini ketersediaan dokter hewan di Provinsi Kalsel sebanyak 29 orang yang tersebar di sejumlah Puskeswan di Kabupaten Banjar, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

"Ada juga di Tala, Tanbu, Kotabaru, dan Barito Kuala, paling banyak dua orang dokter hewan di masing-masing Puskeswan. Kalau untuk Paramedik Veteriner di provinsi Kalse sebanyak 56 orang," rincinya. Karena itu, Edi menyampaikan Kalsel memerlukan penambahan dokter hewan untuk mengawal kesehatan hewan di Kalsel yang sangat berlimpah. 

Upaya penambahan dokter hewan tersebut disebut Edi adalah dengan cara menjalin kerja sama dengan universitas atau institusi yang memiliki program studi kedokteran hewan seperti di Pulau Jawa.

"Kalau secara tertulisnya belum, namun kalau personal sudah konsultasi untuk kurikulumnya dengan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan Institut Pertanian Bogor," tuturnya. 

Edi mengakui untuk minat menjadi dokter hewan sangat banyak apalagi di Pulau Jawa. "Cuma, di Kalsel atau di regional Kalimantan belum ada jurusan kedokteran hewan," katanya.

Karena itu, ucap Edi, dari kampus Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sudah memiliki SK Rektor ULM Nomor 328 tahun 2024 tentang pembentukan tim penyusunan usulan program studi kedokteran hewan ULM. 

"Masih diproses, ini sangat penting, selain membantu memenuhi keperluan dokter hewan Kalsel, juga memenuhi di provinsi tetangga yakni Region Kalimantan," cetusnya. (*)

Editor : Indra Zakaria