TANJUNG REDEB - Sejumlah atlet dari cabang olahraga naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau, harus kembali bersabar dan berharap. Keringat dan kerja keras mereka dalam upaya mengharumkan nama daerah di bidang olahraga, tak bisa langsung diganjar bonus yang sudah lazim diberikan pemerintah kepada atlet. Khususnya yang berhasil mencatatkan prestasi di event-event olahraga, baik tingkat provinsi hingga nasional.
Ya, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, melalui Kepala Bidang Olahraga, Nuransyah, mengakui bahwa tahun ini, pihaknya tidak mengalokasikan anggaran untuk bonus tahunan bagi atlet-atlet berprestasi.
Dijelaskannya, tahun ini, pihaknya memang tidak menganggarkan bonus atlet. Sebabnya karena keuangan daerah terbatas akibat refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19, saat penyusunan anggaran tahun lalu. Namun di tahun 2023 nanti, pihaknya juga tidak mengalokasikan anggaran untuk bonus tahunan atlet. “Tahun 2023 juga tidak ada kami anggarkan di murni, apalagi ini sudah berjalan. Jika memungkinkan di ABT (anggaran belanja tambahan), tergantung kebijakan kepala daerah. Tetapi kembali lagi, perlu juga melihat kemampuan keuangan daerah kita," ujarnya kepada Berau Post kemarin (14/10).
Alasan tidak dialokasikan bonus tahunan pada anggaran 2023, ujar Nuransyah, diakuinya karena tidak menjadi program prioritas. Pengalokasian anggaran banyak digunakan untuk membiayai kegiatan sifatnya lebih prioritas. Seperti peningkatan sumber daya manusia (SDM).
"Apalagi anggaran yang dikasih ke Dispora terbatas juga. Nilainya Rp 8 miliar. Tidak beda dengan tahun lalu," jelasnya.
Apakah Dispora Berau akan memperjuangkan bonus tahunan bagi atlet? Ditanya demikian, Nuransyah mengakui hal tersebut akan disampaikan kepada bupati. Sebab untuk bisa mengusulkan bonus, juga mesti dilandasi payung hukum. Contohnya, bonus akan diberikan jika atlet berprestasi di ajang multievent seperti Porprov atau PON.
"Kalau tahunan atau single event. Daerah lain kita koordinasi dengan Dispora Kaltim maupun di luar Kaltim, juga belum pernah dikasih (anggaran bonus tahunan)," terangnya.
"Jadi untuk tahun ini dan tahun 2023, tidak ada bonus tahunan. Tapi harapannya ke depan bisa dianggarkan bonus tahunannya. Tentunya dengan kemampuan anggaran daerah," tegasnya.
Menurut Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Berau, Iwan Rifani Wijaya, sejak 2020 lalu, baik atletnya maupun para atlet yang berprestasi lain di Berau, sudah tak lagi menerima bonus tahunan. Para atletpun disebutnya kecewa dengan perhatian pemerintah yang minim kepada atlet. Padahal pihaknya ingin bonus atlet berprestasi tetap cair setiap tahun. Karena bertujuan untuk memotivasi para atlet yang telah giat berlatih untuk mengharumkan nama daerah.
"Kami sangat berharap bonus tahunan bisa cair. Karena bonus itu adalah penyemangat atlet juga. Jadi diharapkan upaya Pemkab dalam hal ini Dispora Berau," ucap Iwan.
Lanjut disampaikannya, bonus prestasi atlet harus lebih baik dan sesuai dengan jenjang prestasi yang diraih. "Semoga saja bonus tahunan ini bisa tetap terealisasi, demi kemajuan pembinaan prestasi olahraga Bumi Batiwakkal," tuturnya.
Di sisi lain Bupati Berau, Sri Juniarsih menjelaskan bonus tahunan bagi atlet Berau yang berprestasi, baik saat mengikuti kejuaraan provinsi (Kejurprov) maupun kejuaraan nasional (Kejurnas), segara dibahasnya bersama Dispora Berau.
“Mengenai hal itu, akan kami koordinasikan dulu dengan Dispora Berau. Apa yang sudah menjadi komitmen kami selaku pemerintah daerah, akan segera diselesaikan,” ungkap Juniarsih.
Diakuinya, bonus memang sangat dibutuhkan atlet sebagai penunjang, baik sebagai motivasi untuk giat berlatih hingga akhirnya bisa mencatatkan prestasi. Khususnya, dalam mempersiapkan diri menghadapi event-event olahraga yang akan diikuti. Termasuk Porprov VII Kaltim 2022 yang akan diselenggarakan di Berau pada November mendatang.
"Ini akan jadi atensi bagi kami, dan segera akan dilakukan proses. Karena bonus ini juga merupakan penghargaan Pemkab Berau, atas usaha yang dilakukan atlet Berau selama ini, sehingga bisa mendapatkan prestasi,” bebernya.
Dirinya pun berharap kepada atlet dan pengurus cabang olahraga lainnya untuk bersabar. Karena perlu diketahui, terlambatnya bonus tersebut cair, juga sebagian besar karena anggaran terserap pada penanganan Covid-19. Sehingga selanjutnya, Sri Juniarsih akan berupaya dan memprioritaskan bonus tahunan dapat kembali dianggarkan.
"Jangan sampai karena masalah ini membuat atlet Berau berpindah ke daerah lain, dan enggan membela daerahnya sendiri," tegasnya.
“Tentu hal itu tak ingin kita harapkan terjadi. Kami pun ingin memberikan yang terbaik bagi atlet-atlet Berau yang telah berjuang, baik itu tenaga, pikiran, untuk kemajuan olahraga di Kabupaten Berau,” tutupnya. (mar/udi)
Editor : uki-Berau Post