SAMARINDA. Keberadaan beasiswa sebagai bantuan untuk membantu siswa dan mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikannya dinilai sangatlah strategis dan penting dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang profesional dan berkarakter.
Resmi dibuka September lalu, beasiswa Kaltim Tuntas yang merupakan wujud perhatian pemerintah provinsi terhadap dunia pendidikan itu ramai pendaftar. Kendati demikian, mayoritas dari daerah perkotaan.
Padahal, mereka yang dipedesaan dan pedalaman seharusnya mendapatkan perhatian lebih. Minimnya informasi akibat sarana dan prasarana yang kurang memadai menjadi alasan utama sepi pendaftar.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Yeni Eviliana menuturkan banyak masyarakat khususnya di pedesaan dan pedalaman yang mempetanyakan syarat, ketentuan sebagai mekanisme pengurusannya.
Mereka terkendala minimnya sarana dan prasarana informasi. Oleh sebab itu sudah seharusnya pemerintah provinsi dan kabupaten/kota melakukan sosialisasi dalam rangka jembut bola agar beasiswa bisa merata, tuturnya.
Kendati, pemerintah provinsi telah melakukan upaya termasuk dengan melakukan beberapa perubahan sistem agar memudahkan para pendaftar beasiswa, namun tetap saja masih banyak kelemahan terutama berkaitan dengan minimnya informasi.
Diakui, dia pemerintah daerah kabupaten/kota masih kurang melakukan upaya maksimal sehingga menyebabkan banyak masyarakat khususnya mereka yang membutuhkan tidak mengetahui informasi beasiswa tersebut.
Bagaimanapun setiap program haruslah tetap dievaluasi secara berkala dan hal yang terpenting adalah bagaimana mendapatkan masukan dari masyarakat oleh sebab itu maka pemerintah daerah khususnya tidak boleh menutup mata dengan berbagai masukan dari warganya,pungkasnya. (pro)
Editor : izak-Indra Zakaria