Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Karangan (Masih) Kesulitan Air Bersih, MCK Andalkan Aliran Sungai

izak-Indra Zakaria • 2020-03-03 12:17:49
Madnuh
Madnuh

Air bersih belum dirasakan seluruhnya oleh warga Kutim. Khususnya sebagian besar di Kecamatan Karangan, Kutim. Parahnya, warga di sana harus memanfaatkan air sungai yang kualitasnya jauh dari baik.

 

SANGATTA-Masalah itu justru sudah terjadi bertahun-tahun. Kecamatan Karangan merupakan salah satu daerah yang membutuhkan pasokan air bersih. Sebab, selama ini sebagian besar masih mengandalkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Misal, mandi, cuci, kakus, atau untuk konsumsi air minum yang bergantung pada air galon. Dijelaskan Camat Karangan Madnuh, dia meminta pemerintah daerah agar melayangkan surat kepada perusahaan yang berkegiatan di Kecamatan Karangan.

"Saya hanya ingin mempertegas fasilitas air bersih. Mohon dibantu (surati) oleh bupati ke perusahaan setempat," ujarnya saat diwawancarai kemarin (2/3). Hal itu telah diupayakan sejak jauh hari. Namun, hingga kini belum menemui titik terang. "Kalau mereka yang tinggalnya di tepi sungai ya pakai air sungai, terus bagaimana dengan yang jauh dari sungai," lanjutnya. Sebulan lalu, lanjut dia, pihaknya telah menyambangi PDAM dan asisten II Pemkab Kutim untuk meminta bantuan.

Baginya, peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan masih minim perhatian. Padahal, kualitas air di sungai tersebut mengalami penurunan akibat banyaknya pembukaan lahan untuk keperluan perusahaan kelapa sawit. Bahkan, pemerintah desa (pemdes) sudah pengadaan dan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim terkait hal itu. Pemenuhan air bersih masuk program utamanya. Tak heran jika banyak warga desa yang bergantung pada sungai meski kualitas air sangat buruk. "Bahkan banyak yang bergantung pada air hujan," ungkapnya.

Sebelumnya, DLH Kutim sudah turun untuk memeriksa kualitas air di sungai tersebut. Meski pihaknya menyebut air sungai masih layak dikonsumsi, dinas terkait menyarankan agar air diproses terlebih dahulu sebelum dimanfaatkan. Jadi, pihaknya langsung berkoordinasi dengan PDAM Kutim. "Mereka sudah turun melakukan survei," bebernya.

Menanggapi hal itu, Asisten II Pemkab Kutim Suroto menyebut pernah ditemui Madnuh. Dirinya berjanji akan mengadakan rapat khusus membahas agar air bersih dapat terakomodasi. "Satu bulan lalu mereka sudah menemui saya, membahas pengadaan air bersih. Nanti kami bahas dulu rapat perihal sumber daya alam (SDA)," jelasnya. Ribuan warga Desa Pengadan di kecamatan tersebut masih belum bisa menikmati air bersih. Namun, ia meminta camat agar proaktif mengawal kebutuhan hingga menjadi prioritas.

"Sekitar 4 ribu warga di Pengadan harus bisa menikmati air bersih. Kalau bisa masuk di musrenbang kecamatan dan dikawal hingga musrenbang tingkat kabupaten," pungkasnya. (*/la/dra/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria