Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dinkes Kaltim Gelar Lomba Bayi dan Balita Sehat

rusli-Admin Sapos • Selasa, 30 Juli 2019 - 01:25 WIB

DINAS Kesehatan Kaltim menggelar ajang lomba bayi dan balita sehat tingkat provisi, di Samarinda, mulai Jumat (26/7) hingga Selasa (30/7). Lomba digelar sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian para orangtua, keluarga dan masyarakat Kaltim khususnya.

Kesadaran yang dimaksud adalah dalam hal memenuhi kebutuhan hak anak. Diantaranya hak dan kebutuhan hidup yang perlu dipenuhi. Yakni hak dan kebutuhan akan makan dan zat-zat gizi, kesehatan, keamanan, kebutuhan emosional, pengembangan moral, pendidikan serta memerlukan lingkungan keluarga dan lingkungan sosial yang mendukung bagi kelangsungan hidup, tumbuh kembang serta perlindungannya.

Plh Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kaltim, Suharsono mengatakan, kegiatan ini untuk meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pembangunan kesehatan agar mampu secara mandiri, menjamin terpenuhinya kebutuhan kesehatan dan kesinambungan pelayanan kesehatan. "Melalui kegiatan ini kita ingin meningkatkan kualitas masyarakat melalui upaya pembinaan dan pengembangan kesehatan, serta kesejahteraan bayi dan balita yang dimulai sejak dini. Sehingga bisa tercipta proses tumbuh kembang secara optimal," jelasnya.

Suharsono pun menginginkan adanya komitmen semua pihak dalam pemenuhan hak-hak anak, kualitas pelayanan anak, serta pemahaman pada orangtua tentang pentingnya kualitas pertumbuhan dan perkembangan terhadap anak. "Diharapkan dari kegiatan ini kita mendapatkan bayi dan balita yang sehat, sesuai pertumbuhan dan perkembangannya," harap Suharsono.

Kasi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kaltim, Nurhasanah menambahkan, lomba bayi dan balita sehat ini merupakan rangkaian dari kegiatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada 23 Juli. Dimana acara puncaknya akan digelar di kantor gubernur pada 29 Juli ini.

Nurhasanah menuturkan, pada lomba bayi dan balita sehat ini diikuti sebanyak 18 peserta dari perwakilan kabupaten dan kota se-Kaltim. Dimana mereka ini sudah mengikuti seleksi di masing-masing kabupaten dan kota. "Setelah mereka terpilih untuk mewakili masing-masing kabupaten dan kota, barulah mereka ini kita seleksi dengan dua katagori. Yakni katagori bayi usia 6-23 bulan dan katagori balita usia 24 bulan sampai dengan 5 tahun," katanya.

Nurhasanah menerangkan, ada beberapa komponen yang dinilai. Pertama adalah komponen administrasi, meliputi usia orangtua saat menikah, jarak kehamilan ibu, adanya buku KMS atau KIA. Kedua, komponen kondisi dan kesehatan fisik anak. Ketiga, komponen pertumbuhan anak. Keempat, komponen perkembangan anak. Kelima, komponen kondisi gigi anak.

Para peserta ini pun dinilai oleh PKK, IDAI, IBI, dokter umum, dokter spesialis anak, Persagi, psikolog, dan PDGI. Ditambahkannya, lomba tersebut juga bertujuan untuk melihat sejauh mana partisipasi masyarakat. Dalam hal ini adalah para orangtua melakukan penanganan terhadap bayi dan balita. Apakah sudah sesuai dengan pedoman dari Dinas Kesehatan atau bagaimana.

"Untuk melihat bagaimana orangtua itu melakukan pembimbingan perkembangan tumbuh kembang anak. Kita berharap para juara ini nantinya akan dijadikan role model dan dapat menerapkan ilmu-ilmu yang sudah diterapkan kepada anaknya ke para orangtua lainnya," tambahnya.

Menurutnya, kondisi saat ini adalah serba kompetitif. Dan diharapkan anak-anak tidak menjadi generasi zero, yang tidak bisa berkompetisi. "Sehingga kita bekali dengan pertumbuhan dan perkembangan yang baik, sehingga dapat berkompetisi dengan baik," imbuhnya mengakhiri. (Adv/nch/rin)

Editor : rusli-Admin Sapos