Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Total Kasus DBD di Balikpapan 58 Orang, Cakupan Vaksin 73 Persen

Indra Zakaria • Minggu, 4 Februari 2024 - 21:00 WIB

 

SASAR SISWA: Vaksinasi DBD oleh nakes dari Puskesmas Batu Ampar, Balikpapan Utara, menyasar anak usia sekolah di wilayah tersebut. Balikpapan Utara tergolong memiliki angka kasus DBD tertinggi.
SASAR SISWA: Vaksinasi DBD oleh nakes dari Puskesmas Batu Ampar, Balikpapan Utara, menyasar anak usia sekolah di wilayah tersebut. Balikpapan Utara tergolong memiliki angka kasus DBD tertinggi.
 

 

DKK Balikpapan masih melaksanakan vaksinasi DBD sebagai upaya melengkapi ikhtiar dalam pengendalian DBD. Vaksinasi secara massal di Kecamatan Balikpapan Utara dan Balikpapan Tengah yang memiliki kasus DBD tertinggi.

 

BALIKPAPAN – Beragam upaya preventif dilakukan untuk menangkal kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Minyak. Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan melakukan vaksinasi DBD untuk anak hingga mengimbau gerakan kerja bakti massal (KBM) dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKK Balikpapan Ahmad Jais mengatakan, kasus suspect dan positif DBD hingga kini mencapai 58 orang. Data terhitung mulai Januari hingga kemarin, Jumat (2/2). Sementara masih nihil kasus kematian akibat DBD.

 

Kasus DBD terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Balikpapan memiliki 865 kasus DBD dan 4 orang meninggal sepanjang 2023. Kini Pemkot Balikpapan melalui kecamatan menggalakkan program KBM dan PSN untuk membasmi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.

Jais menuturkan, warga harus aktif memangkas dan membersihkan tanaman liar di pekarangan rumah. Sehingga tidak menjadi sarang nyamuk. “Rerumputan lebat dan kumpulan ilalang liar yang tidak terawat dapat menjadi sarang nyamuk tersembunyi,” katanya. Terlebih ketika musim hujan, tidak semua air terserap ke dalam tanah.

Kadang tersisa genangan air yang bersembunyi di antara tanaman yang tumbuh liar. Lalu menjadi tempat nyamuk bebas berkembang biak menelurkan ribuan jentik. “Babat rata dan rapikan tanaman liar di sekitar rumah. Kemudian menguras setiap pot dan tutup lubang-lubang genangan, ratakan dengan tanah,” ungkapnya.

 

Selain itu, warga Kota Beriman diimbau selalu menguras bak mandi minimal seminggu sekali. Jais menjelaskan, nyamuk betina akan bertelur pada dinding bak yang terisi air. Larva nyamuk yang menetas dari telur mendapat makanan dari mikroorganisme di sekitarnya. Seiring waktu, larva nyamuk tumbuh menjadi nyamuk dewasa.

Keseluruhan siklus ini berlangsung selama 8–10 hari dalam suhu ruang. “Menguras dan membersihkan bak mandi minimal seminggu sekali adalah cara pencegahan DBD paling utama,” ujarnya. Kebiasaan ini dapat membasmi nyamuk Aedes aegypti dan memutus rantai penularan demam berdarah.

Dia mengingatkan, perlu membersihkan atau menguras wadah penampung air lainnya. Bukan hanya kamar mandi. Seperti baskom, kaleng, pot bunga, ember berpotensi menjadi sarang nyamuk. “Biasakan menguras wadah-wadah air setidaknya dua kali seminggu sebagai langkah pencegahan DBD di rumah,” bebernya.

 

Saat ini, DKK Balikpapan masih melaksanakan vaksinasi DBD sebagai upaya melengkapi ikhtiar dalam pengendalian DBD. Vaksinasi DBD secara massal di Kecamatan Balikpapan Utara dan Balikpapan Tengah. Terlebih dua wilayah ini memiliki jumlah kasus DBD tertinggi di Kota Minyak.

 

Vaksinasi dengan lokus menyasar siswa SD/MI sederajat kelas 3, 4, dan 6. Total target menjangkau 9.800 orang anak. “Terakhir cakupan vaksinasi DBD sebesar 73,31 persen atau 7.184 orang yang telah mendapat suntikan,” ungkapnya. Vaksin diberikan dua kali dengan jarak antar-pemberian dosis per tiga bulan.

 

WHO menegaskan vaksin dengue sebagai cara pencegahan DBD sudah dapat diberikan pada orang berusia 6–45 tahun. Namun berdasarkan penelitian, vaksin dengue akan manjur apabila mulai diberikan pada anak berusia 6–14 tahun. Dia menambahkan, vaksin dengue sudah lama ada di Indonesia.

 

Bahkan telah mendapat persetujuan BPOM RI. Sekarang sudah 10 negara di dunia menyetujui penggunaan vaksin dengue. Termasuk Balikpapan yang menjadi pilot project di Indonesia. “Ada Filipina, Vietnam, Thailand, Malaysia, Brasil, Puerto Rico, Meksiko, Honduras, dan Kolombia,” tandasnya. (ms/k8)

 

DINA ANGELINA

dinaangelina6@gmail.com

Editor : Indra Zakaria
#balikpapan #dbd