Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pahlawan Itu Disiplin Prokes Covid-19

anggri-Radar Tarakan • Rabu, 11 November 2020 - 22:20 WIB
Photo
Photo

TARAKAN - Setiap orang dapat menjadi pahlawan, apalagi dalam penanganan Covid-19. Ya, inilah yang disampaikan dr. Khairul, M.Kes, usai upacara peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada Senin 10 November 2020 di halaman Kantor Wali Kota Tarakan.

Wali Kota Tarakan itu mengatakan bahwa masyarakat Indonesia memiliki tugas untuk mempertahankan kemerdekaan yang salah satunya ditempuh dengan cara membangun daerah masing-masing. Sehingga meski tidak mengangkat senjata, menurut Khairul siapa pun dapat menjadi pahlawan.

Kini musuh yang harus diperangi adalah paham radikal, narkoba dan kemiskinan serta penyebaran penyakit Covid-19.

Untuk itu dalam hal ini, disiplin protokol kesehatan telah dianggap menjadi pahlawan untuk memerangi Covid-19. Sebab jika pandemi Covid-19 berlangsung lama, maka dapat menghambat perekonomian dan pembangunan. “Jadilah pahlawan tanpa tanda jasa, tapi dengan mematuhi protokol kesehatan kita sama-sama saling membantu dan mendukung dalam penanggulangan kemiskinan, paham radikalisme dan narkoba,” tuturnya.

Sementara itu, Danyonmarharlan XIII Kota Tarakan, Letkol Marinir NRP Parison Renaldo Siregar S.H., M.M mengatakan sebagai prajurit momentum pahlawan dipertahankan pihaknya, apalagi perjuangan kemerdekaan terbilang sulit sehingga pihaknya melakukan pelaksanaan taburan bunga di makam pahlawan.

“Perjuangan pahlawan untuk merebut kemerdekaan itu bukan hal yang mudah. Kita bisa makan dan tidur dengan nyenyak itu karena hasil perjuangan pahlawan-pahlawan kita dulu. Makanya kami mengadakan tabur bunga ini,” singkatnya.

Veteran Operasi Dwikora, H. Darwis Mulaisa mengatakan di kondisi saat ini yang perlu diperhatikan masyarakat adalah kewaspadaan nasional akan penyebaran Covid-19. Tak hanya itu, penerapan Pancasila dan UUD 1945 pun seharusnya masih dijunjung tinggi sehingga masyarakat Indonesia tetap merasakan kemerdekaan. “Asal tetap kita memegang Pancasila dan UUD 1945 serta penerapan protokol kesehatan, maka negara masih aman,” ujar pria berusia 75 tahun ini.

Terkait kesejahteraan veteran, dikatakan Darwis hingga kini masih dirasakan pihaknya dari pemerintah pusat hingga daerah. Untuk itu, dalam hal ini masyarakat saat ini hanya tinggal mempertahankan perjuangan para pahlawan. “Saya pernah ikut perjuangan Dwikora di perbatasan Malaysia. Masyarakat tinggal mempertahankan kemerdekaan,” pungkasnya. (shy/lim)

 

 

Editor : anggri-Radar Tarakan