Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Sengaja Belajar Mengelola Masjid di Malaysia

F
BELAJAR: Irianto Lambrie di Masjid Negara Malaysia, Jumat, 23 Januari 2026.
BELAJAR: Irianto Lambrie di Masjid Negara Malaysia, Jumat, 23 Januari 2026.
Catatan: Irianto Lambrie
(Ketua Umum Badan Pengurus Islamic Center Samarinda)

PROKAL.CO, KUALA LUMPUR-Ini pertama kalinya saya naik kereta cepat, KL Express, di Malaysia, pada Kamis, 22 Januari 2026.

Saya dalam perjalanan dari Kuala Lumpur International Airport Terminal (KLIA 1), Malaysia, menuju Kuala Lumpur (KL) pusat kota.

Jarak tempuhnya sekitar 28 menit. Ongkos tiap orang 55 Ringgit Malaysia. Kalau naik taksi, 150 Ringgit Malaysia, bisa untuk dua hingga empat orang.
 
Baca Juga: Bandara APT Pranoto Samarinda Siap Buka Rute Internasional Februari 2026, Lion Air Incar Kuala Lumpur

Meski sudah sering ke KL, baru kali ini naik KL Express. Ternyata lebih cepat tiba di KL dan lebih safety, juga nyaman.

Saya ke KL untuk mewakili Pengurus Pusat Kerukunan Bubuhan Banjar (PP KBB) Sa-Dunia.

Dengan agenda bertemu Kulaan Sempena Mesyuarat Agung Pertubuhan Banjar Malaysia (PBM) Ke-22.

Kegiatannya pada tanggal 23 sampai 26 Januari di Bagan Serai, Perak, Malaysia.

Pada Jumat, 23 Januari 2026, di sela kegiatan, saya Jumatan di Masjid Negara Malaysia (National  Mosque Malaysia). 

ARTISTIK: Mimbar masjid yang terlihat artistik dan kukuh.
ARTISTIK: Mimbar masjid yang terlihat artistik dan kukuh.
 
 
Alhamdulillah, ini yang kedua kali Salat Jumat di masjid ini. 
 
Secara tak sengaja, karena Jumatan di masjid ini, saya yang tadinya ke Malaysia untuk menjalankan agenda PP KBB, jadi belajar banyak hal soal pengelolaan masjid besar. 
 
Misalnya, penitipan sepatu yang terbuka dan mampu menampung titipan dari semua jamaah dan hampir tidak pernah terdengar yang kehilangan sepatu atau sandal.
 
Tempat wudu yang nyaman dan penyediaan tempat mandi khusus. Ini mengingat banyaknya turis muslim dari Cina, Turki, negara-negara di Timur Tengah, Uzbekistan, Pakistan, India, dan lain-lain, yang Jumatan di masjid ini.
 
Kepada jamaah perempuan disediakan jilbab gratis yang (headscarve), pengadaannya dibiayai oleh Yayasan Wakaf Malaysia.
 
 
Ini juga menarik. Desain kotak amal dan penempatannya yang baik. 
 
Desain dan bentuk kotak amal artistik, kuat, rapi, dan ada empat lubang untuk memasukkan uang infak.
 
Di dalam masjid tidak ada diedarkan kotak amal, sehingga lebih tertib.
 
DESAIN: Kotak amal yang enak dipandang.
DESAIN: Kotak amal yang enak dipandang.
 
Setengah jam sebelum azan, ada kultum dan dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an oleh qori dengan suara yang indah.
 
Beberapa hal itu membuat saya terkesima. Dan tentu banyak hal lainnya yang saya pelajari dan dibawa pulang ke Samarinda. (*)
 
 

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Refleksi tentang Perjalanan Hidup, Pengabdian, dan Makna Menjadi Manusia yang Bermanfaat

Refleksi tentang Perjalanan Hidup, Pengabdian, dan Makna Menjadi Manusia yang Bermanfaat

Ada masa ketika kita begitu bersemangat mengejar cita-cita, membangun karier, meraih kepercayaan, dan membuktikan bahwa kita mampu.

Ketika Hidup Tak sesuai Harapan, Apa yang Harus Dilakukan?

Ketika Hidup Tak sesuai Harapan, Apa yang Harus Dilakukan?

Ada kalanya kita merasa jujur, bekerja keras, membantu orang lain, tetapi hasil yang datang tak sesuai harapan.

Kepemimpinan Strategis di Tengah Kompetisi Global

Kepemimpinan Strategis di Tengah Kompetisi Global

Dunia organisasi bergerak dalam perubahan yang semakin cepat. Teknologi berkembang, pasar meluas melampaui batas negara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer