PROBOLINGGO – Rencana indah pernikahan Muhammad Saleh (26) kini dibayangi awan mendung. Warga Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo ini harus menelan pil pahit setelah dua ekor sapi jantan yang ia siapkan sebagai modal biaya pesta pernikahannya raib digondol kawanan pencuri pada Minggu (22/3) dini hari.
Aksi pencurian ini tergolong nekat dan terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar pemukiman. Dalam rekaman yang sempat viral di media sosial tersebut, terlihat tiga orang pria dengan tenang menggiring kedua sapi milik Saleh membelah jalanan kampung yang sepi di bawah kegelapan malam. Saleh menceritakan bahwa dirinya sama sekali tidak menaruh curiga sebelum kejadian. Sekitar pukul 01.00 WIB, ia bahkan masih sempat memberi makan hewan ternaknya tersebut sebelum akhirnya masuk ke rumah untuk beristirahat.
“Pintu kandang sudah kami kunci dari dalam. Tapi sepertinya pelaku sudah merencanakan ini dengan matang. Mereka mencongkel pintu tanpa menimbulkan suara sedikit pun,” ujar Saleh dengan nada lemas, Jumat (27/3).
Kejadian baru disadari menjelang subuh saat pihak keluarga hendak menunaikan salat. Kepanikan pecah ketika melihat pintu kandang sudah terbuka lebar dan isinya kosong melompong. Meski telah berupaya menyisir desa-desa tetangga bersama warga sekitar, jejak kedua sapi tersebut hilang bak ditelan bumi.
Bagi Saleh, kehilangan ini bukan sekadar kerugian materi biasa. Kedua sapi berusia 3,5 tahun yang telah dipeliharanya selama setahun itu adalah tumpuan masa depannya. Satu ekor rencananya akan dijual saat Iduladha, sementara satu ekor lainnya dialokasikan khusus untuk membiayai pesta pernikahannya yang akan digelar dalam waktu dekat.
Akibat kejadian ini, Saleh menderita kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 40 juta. Dampak psikologisnya pun jauh lebih berat; sang ibu harus dilarikan ke rumah sakit karena syok berat melihat harta benda mereka ludes seketika. "Ibu saya sampai harus dirawat dan sampai hari ini belum pulang karena sangat terpukul," tambahnya.
Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polsek Wonoasih. Kanit Reskrim Polsek Wonoasih, Aiptu Adji Anggoro, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif meski di tengah padatnya jadwal pengamanan Lebaran.
“Laporan sudah kami terima dan proses penyelidikan terus berjalan. Kami berupaya maksimal untuk mengungkap identitas para pelaku yang terekam CCTV tersebut,” jelas Aiptu Adji.
Kini, Saleh hanya bisa berharap ada titik terang dari penyelidikan kepolisian. Tragedi ini menjadi pengingat bagi warga pemilik ternak untuk memperketat pengamanan kandang, terutama di tengah kerawanan menjelang hari raya.(*)
Editor : Indra Zakaria