Program RT-KU Terbaik Dukung Internet Gratis di 3.212 RT Kukar

PROKAL.CO, TENGGARONG – Akses internet gratis di desa mulai disiapkan di 3.212 rukun tetangga (RT) di Kutai Kartanegara (Kukar) pada 2026. Program Internet Desa Gratis yang termasuk 17 program dedikasi Kukar Idaman Terbaik di bawah kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin akan saling menopang dengan Program RT-KU Terbaik.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar Arianto mengatakan, penyediaan internet gratis menjadi salah satu komponen yang akan dieksekusi melalui program RT-KU Terbaik tahun ini. Dari alokasi Rp50 juta per RT pada 2026, sebagian anggaran akan digunakan untuk pemasangan fasilitas internet beserta biaya paket data atau pulsa bulanan.
“Internet gratis ini merupakan salah satu program dedikasi yang rencananya akan kita kolaborasikan dengan program RT-KU Terbaik. Insyaallah, tahun ini program tersebut mulai kita eksekusi,” ujar Arianto, Jumat (30/10/2026).
Pada tahap awal, fasilitas internet direncanakan tersedia di satu titik untuk setiap RT. Pemasangan akan dilakukan di rumah ketua RT, yang diharapkan menjadi lokasi akses bagi masyarakat sekitar. Namun, pemerintah menyadari satu titik belum tentu menjangkau seluruh warga, terutama di RT dengan wilayah luas atau permukiman yang berjauhan.
Karena itu, jumlah titik pemasangan direncanakan bertambah pada 2027. Penambahan ini diharapkan memperluas jangkauan layanan sehingga warga yang tinggal jauh dari titik awal juga bisa menikmati akses internet.
Arianto menjelaskan, teknis penyediaan jaringan masih dalam tahap finalisasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar. Pemetaan akan dilakukan untuk menentukan penyedia layanan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah, baik kawasan perkotaan, hulu, maupun pesisir.
“Untuk teknisnya, saat ini masih dalam tahap finalisasi oleh rekan-rekan di Diskominfo. Nantinya, akan dilakukan pemetaan terlebih dahulu. Semuanya akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah agar fasilitas internet tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat dan memberikan dampak yang optimal,” jelasnya.
Dia menegaskan, anggaran Rp50 juta per RT tidak seluruhnya harus digunakan untuk internet gratis. Fasilitas tersebut menjadi salah satu komponen yang wajib disediakan, sementara sisa anggaran dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain sesuai ketentuan program RT-KU Terbaik.
Pada 2027, alokasi program RT-KU Terbaik direncanakan kembali menjadi Rp150 juta per RT. Dengan dukungan anggaran tersebut, pemerintah juga merencanakan penambahan titik akses internet agar jangkauannya lebih luas. Meski demikian, teknis pemasangan dan pemanfaatan anggaran tetap menyesuaikan hasil pemetaan serta ketentuan program.
Menurut Arianto, akses internet semakin penting karena banyak aktivitas masyarakat kini bergantung pada layanan daring. Mulai dari mengakses pelayanan publik, kegiatan belajar, hingga berbelanja membutuhkan koneksi internet yang memadai.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




