Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bantaran Sungai Tenggarong Disiapkan Jadi Kawasan Modern, Ada Hunian dan Pusat UMKM

E
Kepala Disperkim Kukar Muhammad Aidil menyampaikan presentasi rencana penataan kawasan bantaran Sungai Tenggarong (Elmo/Prokal.co)
Kepala Disperkim Kukar Muhammad Aidil menyampaikan presentasi rencana penataan kawasan bantaran Sungai Tenggarong (Elmo/Prokal.co)

Advertisement

PROKAL.CO, TENGGARONG – Wajah kawasan bantaran Sungai Tenggarong di Jalan Kartini dan Jalan Mayjen Panjaitan bakal berubah. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) merancang penataan kawasan tersebut menjadi lingkungan perkotaan yang lebih modern, dengan hunian layak, ruang terbuka hijau (RTH), hingga fasilitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Proyek penataan yang telah berlangsung sejak 2022 itu kini memasuki tahapan penyelesaian dokumen dan pematangan rencana pengembangan. Dukungan pemerintah pusat turut didorong setelah Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Fahri Hamzah berkunjung ke Tenggarong pada Jumat (6/11).

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kukar Muhammad Aidil mengatakan, pendataan kawasan yang menjadi objek penataan telah mencakup 219 bangunan. Kawasan tersebut dibagi menjadi tiga segmen, mulai dari sekitar Taman Musik hingga Jembatan Mangkuraja atau yang dikenal sebagai Jembatan Besi.

Advertisement

“Untuk saat ini, data yang sudah kami kumpulkan masih sekitar 219 unit. Untuk saat ini kami masih menyelesaikan beberapa dokumen yang harus kami lengkapi karena berkaitan dengan kewenangan beberapa instansi teknis, seperti sungai yang menjadi kewenangan BWS,” ujarnya.

Aidil menjelaskan, proses penataan membutuhkan koordinasi lintas instansi. Selain kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS), kawasan permukiman dengan luasan di atas 10 hektare juga berkaitan dengan kewenangan pemerintah provinsi sesuai ketentuan yang disebutkan dalam wawancara.

Setelah dokumen dan tahapan administrasi rampung, Disperkim Kukar berencana kembali menyosialisasikan penataan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan Jalan Kartini dan Jalan Mayjen Panjaitan.

Advertisement

Transformasi kawasan tidak hanya berfokus pada pemindahan permukiman. Pemerintah juga menyiapkan konsep pengembangan kawasan komersial untuk menjaga aktivitas ekonomi warga yang selama ini menjalankan usaha di bantaran sungai.

Aidil menyebut, sejumlah usaha telah terdata, mulai dari penjualan sembako, kuliner, hingga bengkel. Pendataan tersebut akan kembali diperbarui sebagai dasar menentukan bentuk fasilitas dan pengelolaan usaha ke depan.

“Warga yang memiliki usaha di sana mungkin akan diutamakan. Jangan sampai kita merelokasi mereka, tetapi kehidupan mereka tidak berjalan, karena mereka juga perlu penghidupan,” katanya.

Dalam rancangan penataan, kawasan komersial berpotensi dilengkapi booth atau tempat usaha UMKM. Namun, bentuk dan pengelolaannya masih perlu dibahas bersama warga serta Dinas Koperasi dan UMKM Kukar.

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

APBD 2027 Diprediksi Menyusut, Bupati Kukar Ubah Strategi Pembiayaan Pembangunan

APBD 2027 Diprediksi Menyusut, Bupati Kukar Ubah Strategi Pembiayaan Pembangunan

ADV (146) Teks Foto : Bupati Kukar Aulia Rahman Basri (Elmo/Prokal.co) APBD 2027 Diprediksi Menyusut, Bupati Kukar Ubah Strategi Pembiayaa

Terima Lontar Awards 2026, Bupati Kukar Dorong Kolaborasi dengan Insan Pers

Terima Lontar Awards 2026, Bupati Kukar Dorong Kolaborasi dengan Insan Pers

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menerima Lontar Awards 2026 dari Serikat Perusahaan Pers (Istimewa)

Penggunaannya untuk Kopassus, Penggunaan Lahan dari Kegiatan PKP2B MHU Dialihkan ke Kemhan

Penggunaannya untuk Kopassus, Penggunaan Lahan dari Kegiatan PKP2B MHU Dialihkan ke Kemhan

Penandatanganan berita acara serah terima pengalihan status penggunaan aset negara berupa tanah dari kegiatan PKP2B MHU, dari Kementerian ES

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer