Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Presiden Prabowo Resmikan B50, Mentan Amran Sebut Hilirisasi Sawit Perkuat Ketahanan Energi dan Kesejahteraan Petani

R
PERKUAT: Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program mandatori biodiesel B50 di Karawang, Jabar, Kamis, 9 Juli 2026. ISTIMEWA
PERKUAT: Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program mandatori biodiesel B50 di Karawang, Jabar, Kamis, 9 Juli 2026. ISTIMEWA

Advertisement

PROKAL.CO, KARAWANG – Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto,  meluncurkan program mandatori biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat (Jabar), Kamis (9/7/2026).

Peluncuran B50 menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit yang berdampak langsung kepada kesejahteraan petani.

Presiden Prabowo menegaskan, keberhasilan pembangunan harus diukur dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, terutama petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional.

“Petani kita juga akan terus meningkatkan penghasilannya. Kita akan berhasil bila petani-petani kita hidupnya lebih baik. Saya juga mendapatkan laporan dari berbagai provinsi bahwa petani-petani kita sekarang meningkat. Pembelian motor dan mobil meningkat puluhan persen. Ada petani-petani sekarang umrah juga meningkat. Artinya mereka sekarang memiliki uang," katanya.

Menurut Presiden, kesejahteraan petani merupakan tujuan utama pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah.

Advertisement

“Ini tujuan pembangunan kita. Rakyat kita harus makmur. Kita negara yang kaya, rakyat kita juga harus menikmati kekayaan itu,” ujar Presiden.

Presiden menambahkan, peluncuran B50 merupakan bukti nyata Indonesia mampu mengelola kekayaan alamnya sendiri untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Ini adalah tonggak yang sangat penting dalam perjalanan menuju kemandirian energi,” kata Presiden.

Menurut Presiden, kelangsungan hidup sebuah bangsa ditentukan oleh kemampuannya memenuhi tiga kebutuhan strategis, yakni pangan, energi, dan air. Karena itu, keberhasilan Indonesia mewujudkan swasembada pangan menjadi fondasi penting menuju kemandirian energi.

“Kita sudah buktikan bahwa kita mampu mengamankan dan menghasilkan pangan untuk rakyat kita. Kita sudah swasembada pangan. Dari target empat tahun, kita telah berhasil dalam satu tahun,” tegas Presiden.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mentan Amran Batalkan Rapat di Jakarta, Terbang ke Alor, Pantau Program Pengentasan Kemiskinan

Mentan Amran Batalkan Rapat di Jakarta, Terbang ke Alor, Pantau Program Pengentasan Kemiskinan

Mentan RI, Andi Amran Sulaiman, membatalkan agenda rapat pimpinan di Jakarta dan memilih terbang ke Kabupaten Alor, NTT.

Produksi Beras Nasional Meningkat, BPS Proyeksikan Capai 28,71 Juta Ton

Produksi Beras Nasional Meningkat, BPS Proyeksikan Capai 28,71 Juta Ton

Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras nasional untuk konsumsi pangan masyarakat sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 28,71 juta ton.

Mentan Amran Bongkar Dugaan Mafia Mainkan Harga Beras Fortifikasi, Dijual hingga Rp 42 Ribu Per Kilogram, Tak Sesuai Ketentuan

Mentan Amran Bongkar Dugaan Mafia Mainkan Harga Beras Fortifikasi, Dijual hingga Rp 42 Ribu Per Kilogram, Tak Sesuai Ketentuan

Mentan RI, Andi Amran Sulaiman, membongkar dugaan praktik permainan harga beras fortifikasi yang dijual jauh di atas harga wajar meski tidak memenuhi standar mutu sesuai SNI.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer