Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kejar Swasembada Gula Dua Tahun, Mentan Amran Pacu Produksi Nasional Tembus 3 Juta Ton

R
Andi Amran Sulaiman
TARGET: Andi Amran Sulaiman (tengah) memimpin Rapat Percepatan Swasembada Gula bersama jajaran manajemen PT SGN di Surabaya, Jatim, Selasa, 22 Juli 2026.

Advertisement

PROKAL.CO, SURABAYA – Pemerintah mempercepat langkah menuju swasembada gula putih nasional dalam dua tahun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Mewujudkan target tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari peremajaan tanaman tebu, peningkatan produktivitas, modernisasi budidaya, hingga transformasi industri gula nasional dengan target produksi gula nasional menembus 3 juta ton pada 2029.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat memimpin Rapat Percepatan Swasembada Gula bersama jajaran manajemen PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Selasa (22/7/2026).

Dalam rapat tersebut, Mentan Amran menegaskan seluruh jajaran harus bergerak cepat menjalankan arahan Presiden agar swasembada gula putih dapat diwujudkan paling lambat dalam dua tahun melalui percepatan peremajaan kebun tebu, peningkatan produktivitas, dan transformasi industri gula nasional.

“Perintah Bapak Presiden jelas, swasembada gula putih paling lambat dua tahun. Karena itu tanaman ratoon yang sudah berumur 7 tahun, 12 tahun bahkan 15 tahun akan kita bongkar dan diremajakan. Anggarannya sudah kami siapkan,” kata Mentan Amran.

Advertisement

Menurut Mentan Amran, pembongkaran tanaman ratoon yang sudah tidak produktif menjadi langkah strategis untuk mendongkrak hasil panen tebu nasional.

Kementerian Pertanian akan menanggung biaya peremajaan sehingga petani tidak terbebani dalam mengganti tanaman yang telah melewati usia produktif.

Ia menjelaskan, Kementan telah menyiapkan dukungan besar bagi petani tebu.

Selain program bongkar ratoon, sektor perkebunan memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp9 triliun untuk penyediaan bibit unggul gratis, pengolahan lahan, hingga berbagai program peningkatan produktivitas.

“Mudah-mudahan tahun depan kita juga bisa menambah bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk traktor untuk petani plasma agar produktivitas semakin meningkat,” ujarnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mentan Amran Batalkan Rapat di Jakarta, Terbang ke Alor, Pantau Program Pengentasan Kemiskinan

Mentan Amran Batalkan Rapat di Jakarta, Terbang ke Alor, Pantau Program Pengentasan Kemiskinan

Mentan RI, Andi Amran Sulaiman, membatalkan agenda rapat pimpinan di Jakarta dan memilih terbang ke Kabupaten Alor, NTT.

Produksi Beras Nasional Meningkat, BPS Proyeksikan Capai 28,71 Juta Ton

Produksi Beras Nasional Meningkat, BPS Proyeksikan Capai 28,71 Juta Ton

Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras nasional untuk konsumsi pangan masyarakat sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 28,71 juta ton.

Mentan Amran Bongkar Dugaan Mafia Mainkan Harga Beras Fortifikasi, Dijual hingga Rp 42 Ribu Per Kilogram, Tak Sesuai Ketentuan

Mentan Amran Bongkar Dugaan Mafia Mainkan Harga Beras Fortifikasi, Dijual hingga Rp 42 Ribu Per Kilogram, Tak Sesuai Ketentuan

Mentan RI, Andi Amran Sulaiman, membongkar dugaan praktik permainan harga beras fortifikasi yang dijual jauh di atas harga wajar meski tidak memenuhi standar mutu sesuai SNI.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer