Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Walaupun Krisis Menghantam, Prabowo Ngogot Program MBG Tetap Jalan

Redaksi Prokal • 2026-03-24 07:15:00

Ilustrasi MBG.
Ilustrasi MBG.

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikap pantang mundur terkait keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah ancaman krisis ekonomi yang membayangi tahun 2026. Dalam sebuah diskusi mendalam bersama jurnalis dan pakar, Kepala Negara menyatakan bahwa alokasi APBN harus diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat dibandingkan membiarkan anggaran negara bocor ke tangan para koruptor.

“Saya akan bertahan untuk sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” tegas Prabowo dalam keterangannya yang dikutip dari kanal YouTube resminya, Senin (23/3).

Komitmen kuat ini lahir dari realitas memprihatinkan yang ditemui Prabowo saat turun langsung ke lapangan. Ia mengungkapkan kegelisahannya saat melihat banyak anak Indonesia yang mengalami gangguan pertumbuhan atau stunting akibat kekurangan gizi kronis. Beliau menceritakan pengalamannya menemukan kasus nyata di mana pertumbuhan fisik anak tidak sesuai dengan usianya.

“Anda enggak lihat anak-anak yang stunting? Saya lihat, saya kampanye sekian kali di desa-desa. Anak umur 11 tahun, badannya seperti anak 4 tahun,” beber Prabowo dengan nada bicara yang serius.

Menanggapi desakan untuk melakukan pemangkasan anggaran di tengah situasi sulit, Presiden meminta seluruh jajarannya untuk tidak menjadikan program MBG sebagai sasaran efisiensi. Ia meyakini masih banyak sektor lain yang bisa dihemat tanpa harus mengorbankan nutrisi generasi masa depan Indonesia.

“Jadi jangan ke arah, oke ada krisis, nanti kita hentikan MBG. Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat,” cetus Presiden. Beliau bahkan menyatakan kesiapannya untuk diuji di akhir masa jabatannya nanti. “Saya pertaruhkan kepemimpinan saya. 2029 kita lihat,” imbuhnya.

Langkah strategis Indonesia ini ternyata mendapatkan perhatian serius dari dunia internasional. Berdasarkan kajian dari lembaga global seperti Rockefeller Institute, investasi pada program nutrisi bukan sekadar pemberian bantuan sosial, melainkan investasi ekonomi yang sangat menguntungkan bagi sebuah negara dalam jangka panjang.

“This is the best investment. Satu dolar yang kita keluarkan bisa kembali 7 sampai 35 dolar,” ungkap Prabowo mengutip hasil kajian tersebut.

Menutup pernyataannya, Presiden menekankan bahwa pemerintah masih memiliki ruang gerak yang luas untuk melakukan penghematan tanpa menyentuh program prioritas. Baginya, pembenahan sistem dan pengawasan anggaran adalah kunci utama agar program kerakyatan tetap berjalan meski diterjang badai ekonomi.

“Masih banyak penghematan lain yang real yang bisa kita lakukan. Kita sudah exercise di banyak bidang,” pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria