Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab PPU Belum Putuskan Bukan Lowongan CPNS atau Tidak Tahun 2026, Beban Fiskal Masih Jadi Perhatian 

R
Tohar
Tohar

Advertisement

PROKAL.CO, PENAJAM-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) masih menimbang secara matang sebelum memutuskan untuk membuka atau tidak rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2026.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU, Tohar, menyatakan keputusan pembukaan lowongan CPNS sangat bergantung pada kejelasan konsekuensi fiskal dari pemerintah pusat.

Advertisement

"Kalau membuka formasi tanpa ada kejelasan konsekuensi (fiskal) untuk rekrutmen itu dari mana, ya harus kita pikir secara matang. Jadi belum sampai, iya atau tidak (rekrutmen CPNS)," ujarnya, Kamis (9/4/2026).

“Ketika Pemkab PPU mengakses formasi (CPNS) itu, konsekuensi dalam perekrutan ini atas beban siapa? Itu yang harus diketahui lebih dahulu," sambungnya.

Disinggung terkait tingginya beban belanja pegawai yang saat ini melampaui batas sesuai ketentuan undang-undang, kata dia, pihaknya harus mencari mekanisme lain jika belanja minimal pegawai tidak bisa dikurangi di tengah kebijakan fiskal pusat yang ketat.

Advertisement

"Rasanya-rasanya kurang fair. Satu sisi menentukan batasan maksimal, pada sisi lain kebijakan. Di mana tata kelola keuangannya seperti itu," jelasnya. 

Tohar mencontohkan, APBD PPU sempat tinggi, di atas angka Rp 2 triliun, beban belanja pegawai tidak menjadi persoalan. Namun, ketika APBD mengecil, sementara beban belanja tetap konstan, persentase tersebut secara otomatis melonjak.

"Saya pikir hampir di semua tingkat pemerintahan dihadapkan persoalan serupa. Menyeimbangkan antara kebutuhan SDM (sumber daya manusia) dan stabilitas fiskal daerah," katanya.

Senada, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU, Muhajir, menyampaikan tingginya rasio belanja pegawai dipengaruhi oleh penurunan total APBD. Sebagai gambaran, jika APBD berada di angka Rp 3 triliun, rasio belanja pegawai hanya berkisar di atas 20-an persen. 

"Namun, dengan APBD yang saat ini hanya sekitar Rp 1,6 triliun, maka secara otomatis persentase besaran belanja pegawai melonjak drastis," sebutnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Lonjakan Kasus Diare di Penajam Paser Utara Tembus Ribuan Orang

Lonjakan Kasus Diare di Penajam Paser Utara Tembus Ribuan Orang

Lonjakan Kasus Diare di Penajam Paser Utara Tembus Ribuan Orang PENAJAM — Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Ti

Kondisi Internasional yang Lagi Bergejolak, yang Pijit Kepala Penjual Sayur di Penajam, Kok Bisa

Kondisi Internasional yang Lagi Bergejolak, yang Pijit Kepala Penjual Sayur di Penajam, Kok Bisa

Kenaikan harga plastik kemasan menjadi sorotan pedagang di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pedagang jadi dilematis.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer