Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PM10 Capai 488 µg/m³ di Lokasi Karhutla Sungai Kapih, Rusiah Dewi Ingatkan Masyarakat Bahaya Asap

I
Penulis: Indra Zakaria❯
Kondisi karhutla di kawasan Kecamatan Sambutan.
Kondisi karhutla di kawasan Kecamatan Sambutan.

Advertisement

SAMARINDA – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar mengganggu jarak pandang, tetapi juga membawa ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Paparan partikel halus yang terkandung di dalam asap dapat masuk ke saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian UPTD Puskesmas Sungai Kapih setelah melakukan pengukuran kualitas udara di lokasi kebakaran hutan dan lahan, tepatnya di kawasan Jalan Tatako, Gang Pipit, Kelurahan Sungai Kapih, Minggu (1/11/2026).

Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan pada pukul 08.14 Wita, tercatat konsentrasi partikulat PM2,5 mencapai 67 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dengan kategori tidak sehat. Sementara itu, konsentrasi PM10 tercatat jauh lebih tinggi, yakni 488 µg/m³ dan masuk kategori berbahaya berdasarkan indikator yang ditampilkan dalam hasil pengukuran.

Advertisement

Kepala UPTD Puskesmas Sungai Kapih, Bdn. Rusiah Dewi, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan asap karhutla. Menurutnya, kualitas udara yang tercemar partikel debu dan asap berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya sistem pernapasan.

“Paparan asap karhutla tidak boleh dianggap sepele. Partikel halus yang terkandung di dalamnya dapat masuk ke saluran pernapasan dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan. Karena itu, masyarakat perlu lebih waspada dan melakukan langkah perlindungan diri,” Ungkapnya saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan seluler. Minggu (1/11/2026).
Rusiah menjelaskan, PM2,5 merupakan partikel berukuran sangat kecil, yakni 2,5 mikrometer atau lebih kecil, sehingga dapat menembus jauh ke dalam saluran pernapasan. Sementara PM10 merupakan partikel berukuran hingga 10 mikrometer yang juga dapat masuk ke sistem pernapasan dan berdampak terhadap kesehatan.

Tingginya konsentrasi PM10 dalam hasil pengukuran tersebut menjadi perhatian tersendiri, mengingat paparan partikulat dapat memperburuk kondisi kesehatan, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

Advertisement

“Kami mengimbau masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki gangguan pernapasan, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara masih tercemar. Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel,” Jelas Rusiah.

Selain menggunakan masker, Rusiah menghimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup pintu dan jendela untuk membatasi masuknya asap ke dalam rumah, serta memperbanyak konsumsi air putih.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran. Pencegahan karhutla dinilai menjadi langkah penting untuk melindungi lingkungan sekaligus menjaga kualitas udara dan kesehatan warga.

“Perlindungan kesehatan tidak hanya dilakukan ketika asap sudah menyebar. Kami mengajak masyarakat bersama-sama mencegah pembakaran lahan dan hutan serta menerapkan langkah-langkah sederhana untuk mengurangi risiko paparan asap,” Tegas Rusiah.

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DPRD Minta Verifikasi Kawasan Bekas Karhutla, Lahan yang Jadi Kebun Sawit Jangan Luput Ditelusuri

DPRD Minta Verifikasi Kawasan Bekas Karhutla, Lahan yang Jadi Kebun Sawit Jangan Luput Ditelusuri

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), H. Rudi Imam Gunawan, meyarankan kawasan bekas kebakaran hutan dan lahan

Mulai Masuk Peralihan Musim,  BMKG Ingatkan Beberapa Hal Ini kepada Warga Kaltim 

Mulai Masuk Peralihan Musim,  BMKG Ingatkan Beberapa Hal Ini kepada Warga Kaltim 

Musim di atas tanah Kalimantan Timur (Kaltim) mulai beralih. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga waspada.

Karhutla Berulang, 69 Persen Kebakaran di Kaltim Terjadi di Wilayah Konsensi

Karhutla Berulang, 69 Persen Kebakaran di Kaltim Terjadi di Wilayah Konsensi

[19.30, 26/10/2026] Yamin: Diskusi media daring bertajuk “Satu Dekade Perjanjian Paris: Menagih Tanggung Jawab atas Karhutla, Evaluasi Kiner

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer