SAMARINDA – Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Kaltim terus berusaha mencetak dan membina atlet-atlet muda berbakat dari Benua Etam. Hal ini bertujuan para atlet mampu meraih prestasi di tingkat nasional bahkan internasional. Salah satu evaluasi dan penilaian pembinaan ini akan dilihat melalui kejuaraan provinsi (kejurprov) yang dijadwalkan dari 20-22 Oktober.
“Kami membina atlet-atlet dari level prestasi nol, agar mereka dapat meraih prestasi cemerlang, seperti meraih medali atau masuk dalam 10 besar pada kejuaraan,” ungkap Wakil Direktur Bidang Teknis DBON Kaltim, Sugeng Mochdar.
Kejurprov yang dimaksud akan berlangsung selama dua hari di Samarinda, dengan enam cabang olahraga (cabor) yaitu taekwondo dan silat yang digelar di Kompleks Polder Air Hitam, sementara cabor bulu tangkis, atletik, kempo, dan gulat akan dihelat di Gelora Kadrie Oening. Kompetisi ini terbagi menjadi dua kelompok usia (KU), yaitu usia 9-12 tahun (tingkat SD) dan 13-15 tahun (tingkat SMP).
“DBON juga akan melibatkan pengurus cabang olahraga (pengprov cabor) dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan ini,” lanjutnya.
Sugeng melanjutkan, sebenarnya masih ada 11 cabor yang belum masuk kejurprov. Pihak DBON pun berencana menyelenggarakan kejurprov tahap kedua yang akan mencakup delapan cabor yaitu wushu, karate, panahan, angkat besi, panjat tebing, sepeda, renang, dan senam. Kemudian beberapa cabor lain menyusul dalam tahap ketiga.(tom/k16)
BUNGA MEILINIA SAFIRA
Editor : izak-Indra Zakaria