TENGGARONG - 'Sunmori' sudah menjadi fenomena yang sangat marak di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), termasuk di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Fenomena yang diminati banyak anak muda ini kian meresahkan banyak pengguna jalan. Bahkan banyak kejadian yang menyebabkan kecelakaan. Hampir beberapa juga melibatkan anak di bawah umur yang belum mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM).
Sunmori atau Sunday Morning Ride merupakan suatu kegiatan berkendara sepeda motor yang diadakan pada hari Minggu pagi. Kegiatan ini biasanya memiliki peserta dari skala kecil hingga banyak orang. Fenomena ini sering dilakukan komunitas pecinta motor di seluruh penjuru Indonesia.
Di Kukar sendiri, ada beberapa jalan poros yang menjadi sasaran para pegiat sunmori ini. Di antaranya adalah Jalan Poros Samarinda-Balikpapan di Kecamatan Samboja dan Loa Janan. Serta Jalan Poros Samarinda-Tenggarong di Kecamatan Tenggarong Seberang.
Fenomena ini turut menjadi perhatian Satuan Lalu Lintas (Satlintas) Polres Kukar. Disampaikan Kasat Lantas AKP Rachman Ashari. Satuannya rutin melakukan tindakan antisipasi, khususnya di hari Sabtu dan Minggu. Langkah ini dilakukan di pos Lembuswana yang terletak di poros Samarinda-Tenggarong.
"Ini upaya kami yntuk mengurangi pelanggaran maupun kecelakaan. Jadi penertiban ini rutin kami lakukan di pos Lembuswana. Rutin di weekend, bukan untuk menakuti masyarakat. Kami ingin mereka tertib bukan karena polisi, tapi karena dari diri sendiri," ucap Rachman kepada Prokal.co, Rabu (20/12).
Rachman tidak menampik bahwa kegiatan Sunmori ini terkadang melibatkan anak di bawah umur. Tentunya, kepolisian juga mengambil tindakan tegas. Jika yang bersangkutan di bawah umur dan tidak memiliki legalitas kendaraan akan langsung ditahan. Kepolisian juga akan panggil orang tua, sekaligus memberikan pendidikan. Terkait apa yang telah dilakukan anak mereka.
Diungkapkan Rachman, Polri melalui Korlantas akan memasukkan pendidikan lalu lintas di sekolah sebagai materi pembelajaran. Pendidikan ini adalah upaya kepolisian meminimalisir pengendara di bawah umur. Yang juga banyak mengakibatkan kecelakaan. Dan akan direalisasikan dalam waktu dekat.
"Semoga dengan masuknya pendidikan ini tidak akan banyak nyawa menghilang dengan sia-sia akibat kecelakaan lalu lintas," harapnya.
Sunmori, ujar Rachman. Bukan kegiatan yang dilarang. Namun, ia juga menghimbau agar masyarakat melakukannya dengan bijak. Mulai dengan memenuhi kelengkapan pengemudi, kendaraan dan mengikuti aturan.
"Kami juga terus lakukan himbauan dan sosialisasi, baik ke sekolah-sekolah sampai komunitas. Karena kita ketahui perilaku berkendara itu sangat penting untuk keselamatan diri dan dilakukan sejak dini," tutup Rachman. (moe)
Editor : izak-Indra Zakaria