NUNUKAN – Warga Kabupaten Nunukan yang berada di Kecamatan Sebuku dan Kecamatan Tulin Onsoi berharap besar kepada pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Drs. H. Zainal A. Paliwang, SH, M.Hum dan Dr. Yansen TP, M.Si untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat.
Hal itu disampaikan oleh Samadik, perwakilan tokoh masyarakat dari dua kecamatan tersebut. Disebutkannya, dua kecamatan yang berada di Kabupaten Nunukan ini kurang lebih 80 persen adalah wilayah konsesi Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.
“Daerah kami ini pak, daerah yang 80 persen berada di konsesi HGU beberapa perusahaan. Kalau ibarat merdeka, kami belum merdeka di dalam negeri yang sudah merdeka 75 tahun,” ucap Samidik.
Sebab itulah, pihaknya berpikir bagaimana caranya menyampaikan aspirasi kepada pemerintah pusat. Karena, yang mereka ketahui adalah pemerintah provinsi adalah perpanjangan tangan pusat. Maka dari itu, dengan hadirnya Cawagub Yansen TP ke wilayah mereka, menjadi titik terang sebagai jembatan untuk memecahkan masalah tersebut jika nanti terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Provinsi Kaltara.
“Kita tunggu kemenangan Pak Yansen, beliau lebih tahu untuk menerima aspirasi kita bagaimana daerah bebas dari konsesi,” katanya.
Kemudian, lanjutnya, Sebuku dan Tulin Onsoi merupakan kecamatan yang berada di wilayah perbatasan. Oleh sebab itu, untuk masalah pengadaan atau penerimaan pegawai negeri haruslah mengutamakan masyarakat Kaltara sendiri.
“Kalau menurut peraturan dan perundang-undangan itu pengadaan pegawai itu harus syarat passing grade dan dilakukan secara online. Nah itu anak daerah tidak dapat berpeluang jadi pegawai,” ungkapnya.
“Kita lihat di provinsi kemarin, coba lihat kelulusan, semua anak yang dari luar. Nah oleh karena kita sarankan, masa Papua bisa bekerja untuk pemerintah pusat, kita tidak bisa untuk meminta itu. Jadi saya kira jawabannya nanti lagi-lagi Pak Zainal A. Paliwang dan Pak Yansen TP,” harapnya.
Banyak hal lainnya yang disampaikan, seperti akses telekomunikasi, jalan, air bersih dan kesehatan, terutama soal pengoperasian Rumah Sakit Pratama Sebuku yang belum beroperasi.
Melihat persoalan yang ada, Cawagub Yansen TP mengatakan bahwa jika pasangan Zainal-Yansen diberi amanah oleh rakyat Kaltara, maka harus bersama-sama mencari solusi yang terbaik untuk memecahkan persoalan yang masih tidak bisa dipecahkan oleh pimpinan pemerintah provinsi yang sekarang.
Solusi yang pertama, kata Yansen, adalah jangkauan pelayanan pemerintah harus semakin dekat dengan rakyat. Sebab, dengan kondisi saat ini wilayah kabupaten/kota yang ada di Kaltara begitu luas, maka susah pelayan menjangkau sampai ke perbatasan. Karena itu, sudah sangat layak dua kecamatan yang berada di wilayah calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan (Kabudaya) itu dimekarkan.
“Yang diperhatikan rumah dulu, bukan yang di ujung sana, bukan yang di depan sana,” kata Bupati Malinau dua periode ini.
Karena itulah, pasangan Zainal-Yansen untuk mewujudkan pemekaran beberapa wilayah di Kaltara menjadi kabupaten/kota supaya menjadi jawaban terhadap kebutuhan pembangunan Kaltara. Kemudian, lanjutnya, persoalan manajemen pemerintahan atau pelayanan publik yang artinya melayani kepentingan masyarakat.
“Banyak tadi disampaikan oleh Pak Samadik tentang bagaimana melayani rakyat tentang tes (pegawai negeri) dan sebagainya,” ujarnya sambil mengatakan bahwa harusnya hal seperti itu dipikirkan oleh pimpinan provinsi. (adv)
Editor : anggri-Radar Tarakan