Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sosok Mantan Wali Kota Balikpapan Tjutjup Suparna hingga Tutup Usia

Wawan-Wawan Lastiawan • Rabu, 5 Februari 2020 - 14:40 WIB
-
-

BALIKPAPAN - Innalillahiwainnailaihirojiun.. Kabar duka datang dari mantan orang nomor satu di pemerintahan Kota Balikpapan. H Tjutjup Suparna, mantan wali kota yang menjabat pada periode 1991-2001 itu, meninggal di usia 76 tahun pada pukul 02. 30 dini hari, Selasa (4/2).

Sebelumnya, Tjutjup Suparna sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Dr Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan selama satu hari karena penyakit yang sudah lama dideritanya.

Anak ketiga Tjujup Suparna Andika Satya Putra, membenarkan hal tersebut. Ia mengungkapkan, bahwa kondisi jantung almarhum dalam keadaan tidak baik.

Tak hanya itu, Tjujup juga ternyata mengidap penggelembungan (dilatasi) pada aorta atau disebut aneurisma aorta.

Yang mana pembuluh darah paling besar untuk menstransfer oksigen keseluruh tubuh, mengalami pembengkakkan. Namun, saat tahu adanya penyakit tersebut bersarang ditubuhnya, almarhum langsung melakukan operasi. 

"Iya sempat dioperasi dulu. Kalau sebelumnya saya kurang tau nama penyakitrnya, itu sempat dihancurkan juga. Setelah itu ketahuan ternyata Jantung beliau ternyata tidak bagus, di situ mulai penyakitnya," ujar pria yang akrab disapa Angga itu.

Sebagai seorang anak, ia mengutarakan kekagumannya pada ayahnya itu, dengan rasa bangga. menurutnya, sosok Tjujup Suparna merupakan sosok ayah dan pemimpin yang tegas.

Terbukti dari apa yang telah ia saksikan sendiri bagaimana almarhum, telah berrhasil mengambil hati masyarakat dengan wibawanya.

"Kalau kata saya, beliau itu prajurit. yang cinta pada negara dan cinta pada keluarga, juga kota ini. Sejujurnya yang saya ingat dari karakter bapak, itu galak. Tapi galak juga karena demi baiknya," terangnya.

Bungsu dari tiga bersaudara itu mengatakan, ia akan berusaha agar bisa mengikuti jejak sang ayah.

Dalam arti sebagai seorang yang selalu peduli pada orang sekelilingnya dan dapat mengemulasikan sosok ayahnya sebagai seorang pemimpin.

Sejak pagi para pelayat sudah berdatangan dan memenuhi kediaman Tjutjup Suparna.

Karangan bunga juga tak ada hentinya berdatangan, sebagai bentuk duka cita yang terdalam dari para masyarakat Balikpapan hingga teman almarhum dari luar daerah.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dan Wakil Wali Kota Rahmad Mas'ud juga hadir di rumah duka. Rizal Effendi menyampaikan dukungannya kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.

Ia mengatakan, almarhum merupakan sosok yang sangat berjasa untuk kota Balikpapan. 

"Beliau mengimbau untuk membuat lagu Himne Balikpapan. Beliau mengajari aparatur agar lebih disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. Beliaulah yang menanamkannya hingga kita bisa berkembang dengan baik," kenangnya.

Rizal juga menyampaikan pesan yang pernah disampaikan oleh almarhum, agar tetap menjaga kota Balikpapan dengan baik, terpelihara, bersih, dan cantik.

Almarhum yang juga dikenal sebagai pemilik jargon Balikpapan, itu meminta agar Balikpapan mampu mengatasi dampak dan perkembangan sebagai kota penyangga Ibu Kota. Sampai akhir hayatnya pun, Tjutjup Suparna masih terus memikirkan rakyat dan kota Balikpapan.

Setelah melewati 10 kali sholat jenazah dan menunggu kedatangan anak Sulungnya yang bertugas di Kalimantan Utara. Jenazah Tjutjup Suparna kemudian diantarkan keperistirahatan terakhi di Taman Makam Pahlawan Dharma Agung Balikpapan usai salat Zuhur. (rin/pro) 

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#balikpapan