Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Potensi Kaltara Lengkap, Tinggal Dijaga

anggri-Radar Tarakan • 2020-03-11 12:11:33
ASRULLAH/RADAR TARAKAN/RAMAH:Ketua pp DMI Jusuf Kalla didampingi Wakil Gubernur Kaltara H.Udin Hianggio melayani wartawan usai melantik PW DMI Kaltara di Tanjung Selor,kemarin(10/3)
ASRULLAH/RADAR TARAKAN/RAMAH:Ketua pp DMI Jusuf Kalla didampingi Wakil Gubernur Kaltara H.Udin Hianggio melayani wartawan usai melantik PW DMI Kaltara di Tanjung Selor,kemarin(10/3)

SEBAGAI provinsi baru di Indonesia, Kalimantan Utara (Kaltara) tentu masih memiliki banyak kekurangan, misalnya pada sektor infrastruktur.

Namun, dari sisi sumber daya alam (SDA), Kaltara memiliki potensi yang luar biasa, mulai dari sektor pertambangan, perkebunan dan pertanian, hingga kelautan dan perikanan. Semua sektor tersebut sangat luar biasa.

“Saya rasa di Kaltara ini lengkap. Jadi tinggal dijaga saja apa yang sudah ada ini,” ujar Dr. Muhammad Jusuf Kalla (JK), wakil presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia saat berkunjung ke Tanjung Selor, ibu kota Kaltara dalam rangka melantik Pengurus Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kaltara, Selasa (10/3).

Ketua Pimpinan Pusat (PP) DMI ini mengatakan, hal utama yang menjadi atensi dan perlu dilakukan untuk menjaga potensi yang ada ini, yakni meningkatkan sumber daya manusia (SDM) agar dapat dikelola sendiri oleh masyarakat setempat.

JK menilai, meskipun Kaltara ini merupakan sebuah provinsi baru, tapi kemajuan pembangunannya sudah cukup banyak. Mulai dari kawasan perkotaan hingga ke perbatasan dan pedalaman.

“Jika dilihat dari sisi pemerintahan, Kaltara ini memang masih baru. Tapi jika dilihat dari sisi wilayah, ini (Kaltara) sudah berkembang sejak lama (jauh sebelum Pemprov Kaltara terbentuk),” jelas pria yang juga ketua Palang Merah Indonesia (PMI) ini.

Artinya, peningkatan SDM yang ada itu agar ke depannya Kaltara bisa memaksimalkan potensi yang ada sebagai pendukung untuk menjadi daerah penyangga ibu kota negara (IKN) baru yang direncanakan di Kalimantan Timur (Kaltim).

JK juga mengatakan, dengan dipindahkannya IKN ke Kaltim, tentu segala urusan yang dibutuhkan pemerintah daerah di Kalimantan ini bisa lebih mudah.

Selain itu, JK juga menyebutkan, Kaltara memiliki hubungan kekeluargaan dengan Sabah dan Sarawak, Malaysia. Bahkan, orang-orang di Sarawak itu juga banyak orang dari Kaltara.

“Menang untuk pengamanan tetap dijaga, tapi hubungan ekonominya juga harus dijaga. Apalagi sama-sama rumpun melayu, meskipun dulunya (Indonesia-Malaysia) pernah berseteru. Tapi sekarang sudah tidak,” pungkasnya.

 

PMI TANGGAP BENCANA

JK juga menyambangi Markas Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Bulungan yang belokasi di Jalan Cendrawasih, Tanjung Selor Hilir, Bulungan. Kedatangan ketua PMI ini untuk bersilaturahmi dan melihat kondisi Markas PMI Bulungan dan lokasi yang direncanakan akan dibangun gudang.

JK yang mengenakan kemeja putih menyambangi seluruh ruangan dan melihat peralatan PMI Bulungan sembari berdiskusi dengan pengurus PMI Kaltara dan Bulungan. Ia berpesan kepada para pengurus PMI Bulungan agar kinerja lebih ditingkatkan lagi.

“Tingkatkan kinerja, masalah bencana PMI harus tanggap,” ucapnya di sela melihat kondisi Markas UTD PMI Bulungan.

Sementara, Ketua PMI Kaltara Saiful Herman menambahkan, kedatangan JK tentunya merupakan suatu kehormatan. Selain melihat kondisi Markas UTD PMI Bulungan, pesannya agar meningkatkan kinerja dan PMI harus tanggap terhadap bencana yang terjadi.

“Pesan beliau (Jusuf Kalla), saat bencana PMI harus tanggap. Dan kegiatan apa pun itu PMI paling duluan,” ucap Saiful Herman menirukan pesan JK.

Ketua PMI menanyakan terkait bencana yang pernah menimpa Kaltara. Berkaca dari beberapa tahun sebelumnya yang terjadi banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Dan ditanyakan juga bencana seperti apa saja di Kaltara. Saya sampaikan banjir dan karhutla. Kalau untuk banjir jarang. Dan karhutla tahun lalu, tidak terlalu para seperti daerah lain di Indonesia. Dan diminta menggunakan alat yang ada,” tambahnya.

Di kesempatan itu juga UTD PMI Bulungan menyampaikan kondisi saat ini. Pihaknya mengusulkan agar penambahan alat UTD untuk memaksimalkan pelayanan. Sebab, alat yang digunakan saat ini merupakan alat yang ada sejak 2002.

“Kalau alkes (alat kesehatan) usulan dari Bulungan unit donor darah alat sudah tua sejak 2002 jadi kami ajukan. Untuk kantor PMI Kaltara sendiri kita berencana ada pembangunan masih diupayakan ada bantuan dari Pemprov dan Pemkab. Makanya selama ini masih berkantor sementara di UTD PMI Bulungan. Kalau provinsi lebih pembinaan untuk kabupaten/kota lebih pada pelayanan,” bebernya.

Senada yang disampaikan Ketua PMI Bulungan H. AR Rasyid kondisi Markas PMI Bulungan yang dibangun pada tahun 2000 silam dan hingga kini belum tersentuh perbaikan atau renovasi. Alhasil, kondisi sudah mengalami rusak berat.

“Pihak kami sudah menyampaikan berkali-kali ke bupati. Bahkan, saya sendiri yang menghadap ke bupati menyampaikan menyangkut kondisi fisik bangunan,” terangnya.

Kemudian, terkait peralatan di UTD PMI Bulungan kondisinya tidak update lagi. Peralatan yang ada saat ini merupakan pengadaan dari Pemkab Bulungan pada tahun 2002 silam. Sehingga, jika ada kegiatan UTD PMI Bulungan harus meminta bantuan ke PMI Tarakan. Dan bank darah yang ada di UTD PMI Bulungan hanya mampu bertahan selama satu pekan. Padahal permintaan darah dari RS mulai dari 200-300 kantor darah.

“Jika kami stok hingga jumlah segitu sementara permintaan sedang berkurang. Mau tidak mau darah yang ada kami buang. Sebab, bank darah yang ada sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Jadi memang sangat prihatin dengan kondisi Markas PMI Bulungan. Mudahan dibantu, sudah saya sampaikan secara lisan hingga tertulis,” jelasnya.

 

AKAN DIBANTU PUSAT

PMI Tarakan juga dikunjungi JK. Ini merupakan kunjungan kedua kalinya. Bagi Pemerintah Kota Tarakan yang menerima kedatangan Jusuf Kalla merupakan ketiga kalinya. Hal ini pun menjadi keiistimewaan tersendiri bagi Tarakan.

Sekretaris Kota Tarakan Hamid Amren, S.E, mengatakan, bahwa kunjungan JK merupakan sebuah agenda khusus.

“Kami bangga dengan Pak JK karena kembali singgah di Bumi Paguntaka,” bebernya.

Bersamaan hal tersebut, Hamid menyatakan bahwa pihaknya ikut berpartisipasi untuk memfasilitasi agar seluruh kegiatan dapat berjalan lancer. Untuk itu pihaknya berkoordinasi bersama dengan stakeholder (pemangku kepentingan) lainnya dalam pengamanan.

“Kami berharap dengan kehadiran Pak JK ini mudah-mudahan mendapat perhatian lebih untuk Tarakan. Apalagi ke depan Tarakan akan menjadi kota penyangga yang mendukung hadirnya ibu kota negara di Kaltim,” harapnya.

Usai pertemuan bersama dengan anggota PMI Tarakan, JK mengatakan PMI sudah cukup baik. “Alat-alatnya juga dibantu dari pusat biar lebih modern,” bebernya.

Jusuf juga mengatakan bahwa pihaknya akan membantu anggota PMI Tarakan untuk melakukan pelatihan siaga bencana di Jakarta untuk memaksimalkan kinerja PMI. Apalagi di masa ini masyarakat sangat bergantung pada ketersediaan PMI di Indonesia.

“Bukan hanya PMI saja, tapi masyarakat juga harus berpartisipasi untuk membantu PMI karena masyarakat juga yang butuh,” singkatnya. (iwk/akz/shy/lim)

 

Editor : anggri-Radar Tarakan
#sda