TANJUNG SELOR - Anggota Komisi II DPRD Kaltara Muhammad Khoirudin meminta, agar stok dan harga sembako di Kaltara dikawal. Biasanya, jelang Idulfitri harga dan stok sembako mengalami masalah.
Jelang bulan suci Ramadan yang tinggal beberapa hari ke depan, banyak hal yang harus diantisipasi. Khususnya, ketersediaan pangan dan antisipasi kenaikan harga sembako.
“Informasi yang kami terima, harga sembako alami kenaikan. Khususnya cabai rawit. Satu kilogram bisa mencapai Rp 150 ribu. Bisa dipastikan, kenaikan harga ini dapat disusul oleh produk lain, seiring peningkatan kebutuhan masyarakat,” terang Muhammad, Jumat (26/3).
Dia menyarankan, agar Pemprov Kaltara bisa lakukan pengawasan langsung di sejumlah pasar tradisional. Diharapkan, pengawasan bisa merata di seluruh kabupaten dan kota.
Bahkan, untuk penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) perlu dilakukan. Berkaitan ketersediaan stok sembako, ia berharap ada peran serta dari Pemerintah Pusat melalui Badan Urusan Logistik (Bulog).
“Adanya penerapan HET, perlu didukung jaminan stok barang. Yang mana tersedia saat kebutuhan masyarakat meningkat,” jelasnya.
Menurutnya, pelaku usaha tidak mencari untung dengan praktik dagang melanggar aturan. Seperti melakukan penimbunan barang. Bersama stakeholder lain dari pihak kepolisian, harus ada tindak tegas apabila terjadi di lapangan. Jika masih dalam batas wajar, kenaikan harga masih dapat dimaklumi.
Tapi harus tetap dipantau agar tidak di luar kendali. Kalau kenaikannya masih dalam batas wajar, hal itu masih bisa dimaklumi. Namun, jika semakin tinggi permintaan, tentu tinggi pula harga. Akan tetapi harus ada batas minimal dan maksimal kenaikannya. (adv/fai/uno)
Editor : izak-Indra Zakaria