Mengalirnya listrik PLN ke seluruh pelosok negeri di Indonesia melahirkan kisah pahlawan kelistrikan yang terlibat di dalamnya. Salah satunya Muhammad Fadel. Pria 25 tahun yang sehari-hari mengabdikan dirinya pada PLN guna menjaga keandalan pasokan listrik di garis batas negara, Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara.
Menjalani profesi sebagai punggawa kelistrikan di daerah perbatasan sejak Maret 2019, sudah tentu menghadirkan kebanggaan dan pengalaman tersendiri baginya. Sehari-hari, pria asal Kota Balikpapan ini bertanggung jawab atas operasi pembangkit di ULD Krayan. Ia harus memastikan bahwa mesin PLTD beroperasi dengan baik untuk menyuplai kebutuhan listrik pelanggan disana.
“Tugas saya mulai dari memastikan suplai BBM, hingga pemeliharaan rutin pada mesin pembangkit agar pasokan listrik tetap aman,” kisah Fadel.
Sebagaimana diketahui, Krayan merupakan daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T) di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara bagian Sabah, Malaysia. ULD Krayan beroperasi dengan 3 unit mesin, dengan Daya Mampu 340 kW dan beban puncak 290 kW.
Karena letaknya yang tepat di beranda negeri, ULD Krayan juga menyuplai listrik untuk Pos Lintas Batas Negara di Long Midang. “Perjalanan ke Krayan hanya bisa ditempuh jalur udara dengan pesawat perintis atau dengan pesawat TNI yang membawa barang logistik. Selain itu, jadwal penerbangan juga tidak pasti sehingga akses menuju Krayan cukup terbatas,” lanjut dia
Meski harus bertugas di garis batas negara, tak nampak raut kesedihan pada pemuda berkacamata itu. Fadel sadar betul bahwa ini sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai seorang punggawa kelistrikan. Namun bukan tanpa duka, di awal masa kerjanya Fadel pun mengaku sempat merasa kesulitan untuk beradaptasi lantaran sulitnya jangkauan sinyal di daerah tempat ia bekerja
“Dulu awal bertugas disini jaringan masih 2G. Sulit untuk akses internet, apalagi video call. Kalau kangen pengen telpon keluarga harus cari tempat strategis dulu supaya dapat sinyal yang bagus,” ceritanya.
Kisah Fadel dari garis batas negara Krayan diharapkan menjadi inspirasi bagi para generasi muda untuk terus memberikan kontribusi kerja nyata bagi Indonesia. Pada Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, Fadel mengungkap kebanggaannya bisa menjadi bagian dari senyum masyarakat perbatasan yang kini bisa menikmati listrik PLN.
“Senyum masyarakat atas hadirnya listrik di Krayan merupakan kebanggan bagi saya sebagai salah satu punggawa kelistrikan. Bertugas di perbatasan adalah bentuk bagaimana saya mencintai negeri ini, menunjukkan kesungguhan untuk ikut berkontribusi mengawal listrik yang berkeadlian hingga ke pelosok negeri,” tuntasnya. (***/adv)
Editor : anggri-Radar Tarakan