Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

YKI Balikpapan Ingatkan Pentingnya Deteksi Kanker Sejak Dini, Ubah Pola Hidup

Wawan-Wawan Lastiawan • 2022-08-25 21:27:02
Photo
Photo

Kanker merupakan salah satu pemyakit berbahaya. Bahkan hingga kini belum ada obatnya. Disisi lain, pengidap kanker khususnya di Kota Minyak masih bertambah.

DIANGGAP sebagai penyakit berbahaya dan mematikan, membuat banyak orang kian was-was terhadap kanker. 

Padahal, sebenarnya saat ini sudah banyak pengidap kanker yang berhasil sembuh setelah menjalani berbagai pengobatan. Apalagi jika keberadaan sel kanker dalam tubuh dideteksi sejak dini, melalui berbagai pemeriksaan fisik.

Hanya saja, dilingkungan masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah pemahaman tentang kanker.

Kepala DKK Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan, kasus penyakit kanker masih terus muncul di Balikpapan. Di 2020 kasus kanker pada anak berjumlah 612 kasus. Dewasa,2.862 kasus. 

“Di tahun lalu ada penurunan. Kasus kanker turun lebih karena pandemi Covid-19. Total kasus 2021, kanker anak 159 kasus dan dewasa 559 kasus. Kanker anak didominasi Leukemia dan dewasa kanker payudara,” terangnya.

Pihaknya terus mendorong edukasi penyakit kanker ini. Pasalnya pencegahannya hanya dengan pola hidup sehat dan deteksi dini.

Menurutnya, kebanyakan pengidap kanker tahu ketika sudah stadium tinggi. Sebenarnya, kalau tahu sejak dini, penanganannya penyakit kanker ini harapan untuk sembuh tinggi.

“Untuk itu pentingnya deteksi sejak dini. Jika ada benjolan lebih baik periksa. Dan jika ada cairan berbau keluar sebaiknya periksa,” tuturnya.

Saat ini, edukasi pemeriksaan kanker untuk kanker serviks muli meningkat.  Tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) tahun lalu ada 2.414 kasus, dan di 2022 baru sampai Juni sudah ada 2.102 kasus.

Dio menjelaskan, kalau kanker payudara mengetahuinya bisa Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) yang diajarkan oleh tim YKI maupun puskemas dan klinik.

“Kalau untuk kanker leher rahim dilaksanakan terbanyak dengan cara IVA test dan rutin dilaksanakan oleh YKI atau Puskesmas serta BPJS Kesehatan ada layanan tes kanker,” bebernya.

Pengguna BPJS Kesehatan bisa juga mengikuti layanan tersebut, kalau ada gejala, misalnya keluar cairan berbau yang tidak biasanya dan berubah warna atau ada pendarahan ketika hubungan seksual suami istri. 

Bagi yang belum berkeluarga pihaknya menyarankan untuk menjaga kesehatan, kemudian pola gaya hidup dan sekarang ada vaksin pencegahan kanker leher rahim terutama untuk remaja putr

Kepala YKI Balikpapan Sri Soetantinah mengatakan, pihaknya beberapa kali melakukan sosialisasi terkait kanker. Bahkan, pihaknya juga memberikan pelatihan.

Seperti pelatihan yang diadakan, Kamis (25/8), diikuti 160 orang. Ia sebutkan, kanker ini menjadi atesi segala pihak. Pasalnya angka kanker di Indonesia berada nomor 8 di Asia Tenggara dan di Asia berada momor 23, dengan laki-laki tertingi di Indonesia ada pada Kanker Paru, Kanker Hati, serta Perempuan Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim.

“Untuk itu perlu penanganan lebih lanjut, salah satunya melalui edukasi ke masyarakat mengenai penyakit kanker tersebut beserta pencegahan dan opsi perawatannya,” ujar Tantin.

Ia menambahkan, untuk pencegahan dan pengendalian kanker di Indonesia khususnya dua jenis kanker terbanyak kanker payudara dan kanker leher rahim pemerintah telah melakukan berbagai upaya antara lain deteksi dini kanker menggunakan metode pemeriksaan payudara klinis dan kanker leher rahim pada perempuan usia nikah, salah satunya melalui IVA Test.

Untuk kanker diluar itu, memang agak sukit. Terutata getah bening. Namun, jika merasa batuk atau ada benjolan sebaiknya segera periksa. (aji)

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#balikpapan