TENGGARONG - Ratusan masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) duduk bersama di Gedung Putri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang, Sabtu (26/11) malam kemwrin. Pandangan mereka tertuju pada jumbotron yang tertata seperti teater opera. Jumbotron tersebut menayangkan film berjudul Perisai Mahakam 2. Sebuah film lokal yang diproduseri Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar.
Sesuai judulnya, film ini merupakan sekuel Perisai Mahakam, yang tayang di Kecamatan Muara Wis pada tahun 2021 lalu. Perisai Mahakam 2 adalah gagasan Anggota DPRD Kukar, Ahmad Zulfiansyag melalui pokok pikirannya yang dikolaborasikan dengan Pemkab melalui Dinas Pariwisata (Dispar).
Bupati Kukar Edi Damansyah berharap seri film yang melibatkan putra-putri daerah ini dapat tembus ke kancah nasional. Untuk itu ia meminta agar Dispar dapat mendorong film ini ke Lembaga Sensor Film (LSF). Dan tayang di bioskop seperti XXI sebagai produk film asli Kukar.
“Harapannya bisa masuk ke kancah nasional agar dapat nilai yang berkaitan dengan ekonomi kreatif. Karena ini juga mebjasu media promosi bagi Kukar karena menampilkan beberapa tempat wisata unggulan. Pokoknya Perisai Mahakam 2 ini mantap, tinggal bagaimana ini diolah kembali dan diikutsertakan di film nasional,” harap Edi.
Sementara itu, Ahmad Zulfiansyah, selaku anggota DPRD Kukar dan Sutradara film ini. Mengatakan bahwa pihaknya akan mendorong seri Perisai Mahakam menjadi satu film. Dengan memantapkan kualitas seperti durasi dan tata suara, Perisai Mahakam dapat memenuhu standar bioskop untuk tayang secara nasional.
“Jadi kita berupaya benahi. Dijadikan satu film, tidak ada lagi Perisai Mahakam 1 dan 2, digabung jadi 1 film. Mudah-mudahan support Bupati bisa sampai ke provinsi untuk mem-pressure ke bioskop-bioskop, karena saya tahu film daerah jadi prioritas, minimal untuk regional Kaltim,” tutup Zul. (adv/moe)
Editor : izak-Indra Zakaria