Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Terapkan Kurikulum Berstandar Internasional, Cetak Lulusan Berkompeten dan Diterima di Perusahaan Asing

Wawan-Wawan Lastiawan • 2022-12-17 14:55:26
KOMPETENSI : Para siswa SMK yang mengikuti program magang atau praktek kerja di PT Dirgantara Indonesia.
KOMPETENSI : Para siswa SMK yang mengikuti program magang atau praktek kerja di PT Dirgantara Indonesia.

BANDUNG--Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi pada tahun 2021 menerapkan program Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK).  Tujuan dari lahirnya program ini adalah mewujudkan pengembangan SMK dengan program keahlian tertentu dan berkompeten. 

Lulusan yang berkompeten tentunya mereka yang memiliki bekal hard skills, soft skills, dan pendidikan karakter yang berguna pada saat mereka terjun langsung dalam dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Oleh karena itu, guna mewujudkan hal tersebut harus  mengedepankan konsep “Link and Supermatch”. 

Hal inilah yang dikedepankan oleh SMK Penerbangan Cakra Nusantara. Sekolah kejuruan yang berlokasi di Denpasar, Bali ini sebagian besar siswanya melakukan praktek kerja di PT Dirgantara Indonesia, Bandung. Kepala SMK Penerbangan Cakra Nusantara, Widodo mengungkapkan, pemilihan tempat praktek kerja tersebut dipilih langsung oleh para siswa karena sesuai dengan bidang kejuruannya. 

"Siswa kami dengan melakukan praktek kerja di PT DI  mendapatkan ilmu pengalaman yang langka yang tidak didapat dari mana pun. Kemudian, anak-anak bisa mendapatkan role model. Di sisi lainnya, kalau sudah link and supermatch dengan PT DI itu ternyata untuk mendapatkan sertifikat kompetensi dari BNSP menjadi lebih mudah," ungkap Widodo saat ditemui di PT DI, baru-baru ini. 

Menurutnya, PT DI bukan hanya sebagai penyedia tempat untuk magang atau praktek kerja saja. Akan tetapi, anak-anak juga dapat  membahas mengenai kompetensi yang akan mereka dapat jika magang di PT DI. Bahkan, termasuk membahas mengenai kurikulum. 

"Kini setiap angkatan kurikulumnya berbeda-beda. Kalau angkatan yang sekarang menggunakan kurikulum Merdeka Industri Asean. Kenapa ? Karena anak-anak wajib memenuhi persyaratan yang kita juga gabungkan dengan standar internasional. Hasilnya, kami sudah berhasil mengirimkan anak-anak bersaing dan bekerja di dunia global," tutur Widodo. 

Menariknya, Widodo membeberkan bahwa belum lama ini ada beberapa maskapai asing melakukan rekrutmen di sekolahnya. Pihaknya berharap anak-anak Indonesia ini mampu bersaing secara global. 

"Pengalaman saya, anak -anak Indonesia ini kita selalu bersedia dan mau belajar. Bahkan, anak-anak alumni juga masih sering komunikasi untuk membahas permasalahan yang ada di dunia kerja khususnya di bidang penerbangan. Gubernur Bali saat ini memang juga konsen ingin membangun Bali yang heterogen. Sehingga beliau berharap anak-anak Bali ini tidak hanya menguasai ketrampilan pariwisata saja, tetapi juga ketrampilan lainnya, salah satunya penerbangan," imbuhnya.

Masih di tempat yang sama, Kepala Departemen Pusat Pembelajaran PT DI, Heri Kusmayadi menambahkan kerjasama yang terjalin antara PT DI dengan SMK Penerbangan Cakra Nusantara hingga saat ini bisa dikatakan sebagai simbiosis mutualisme. 

"Kami sebenarnya membuka kesempatan  yang sama untuk sekolah-sekolah lain. Tapi dalam hal ini semangat atau konsistensi SMK Cakra Nusantara ini ternyata yang paling intens untuk menghubungi kami dan hasilnya pun sesuai dengan harapan yakni mencetak anak-anak yang berkompeten khususnya di bidang teknik penerbangan," pungkas Heri. (cha)

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#pendidikan