Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ikuti Jejak Kaltim, Jambi Segera Peroleh Dana Penurunan Emisi Karbon

Wawan-Wawan Lastiawan • Jumat, 21 Juli 2023 - 03:00 WIB
Sesditjen PPI Agus Rusly (dua kiri), Wagub Kaltim Hadi Mulyadi (tiga kiri) dan Staf Ahli Menteri LHK Bidang Industri dan Perdagangan Internasional, Novia Widyaningtyas (empat kiri) memberikan keterangan kepada wartawan pada Rapat Teknis Pengendalian Perub
Sesditjen PPI Agus Rusly (dua kiri), Wagub Kaltim Hadi Mulyadi (tiga kiri) dan Staf Ahli Menteri LHK Bidang Industri dan Perdagangan Internasional, Novia Widyaningtyas (empat kiri) memberikan keterangan kepada wartawan pada Rapat Teknis Pengendalian Perub

BALIKPAPAN-Provinsi Jambi dan Kalimantan Barat berpeluang besar mengikuti jejak Kalimantan Timur yang baru saja mendapat dana penurunan emisi karbon dari World Bank (Bank Dunia).

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Agus Rusly mengatakan, sejauh ini Kaltim memang menjadi provinsi pertama dan satu-satunya di Indonesia yang sudah memeroleh dana penurunan emisi karbon senilai USD 110 juta dari Bank Dunia. 

"Sementara ini yang sedang berproses adalah Jambi melalui Bio Carbon Fund yang merupakan proyek dengan Bank Dunia. Jambi akan mendapat dana sekitar USD 70 juta," terang Agus di sela Rapat Teknis Pengendalian Perubahan Iklim Regional Wilayah Kalimantan, Kamis (20/7) di Balikpapan.

Provinsi lain yang juga tengah memperhitugkan berapa besar emisi yang berhasil dikurangi adalah Kalimantan Barat dan Aceh.

Khusus Kaltim, pencairan tahap pertama sebut Agus juga sudah dilakukan oleh Bank Dunia. Selain masuk ke kas Pemprov Kaltim, dana tersebut juga masuk ke kabupaten/kota yang ikut berperan dalam penurunan emisi karbon.

"Bahkan dana tersebut juga dibagikan sampai ke level tapak di desa dan LSM yang selama ini aktif berperan dalam menurunkan emisi karbon," ujar Agus.

Staf Ahli Menteri LHK Bidang Industri dan Perdagangan Internasional, Novia Widyaningtyas berharap Rakernis ini dapat memperkuat kolaborasi pemerintah, masyarakat, akademisi, dan swasta dalam implementasi aksi iklim di tingkat tapak, khususnya di regional Kalimantan.

Kolaborasi dan sinergi, sebut dia dibutuhkan dalam merespon perubahan iklim, serta mendukung tercapainya pengurangan emisi gas rumah kaca dan ketahanan iklim di Indonesia.

“Kegiatan ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 bahwa pemerintah daerah berperan dalam pencapaian target Nationally Determined Contributions (NDC) melalui penyelenggaraan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,” terang Novia.

Pemerintah daerah, kata Novia memiliki peran penting dalam upaya pencapaian target NDC melalui penyelenggaraan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dengan menyusun rencana aksi, melaksanakan aksi di daerah serta melakukan pemantauan dan evaluasi sebagai bagian dari pengurangan emisi Gas Rumah Kaca.

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi meneruskan, saat ini Kaltim sudah menerima pencarian tahap pertama dana penurunan emisi karbon senilai USD 20,9 juta atau Rp 313 miliar dari total USD 110 juta yang seharunya diperoleh. Dana itu, sudah disalurkan ke 8 kabupaten dan kota yang selama ini berperan dalam penurunan emisi karbon.

“Capain ini patut kita apresiasi, karena Kaltim bisa menjaga hutan dengan baik di tengah eksplorasi batu bara dan kelapa sawit yang masif. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kaltim, stakeholder terkait termasuk KLHK yang telah memberikan bimbingan teknis kepada Kaltim,” kata Hadi. (hul)

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#balikpapan