Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Perusahaan Korsel Minat Investasi Pengelolaan Sampah di Balikpapan

Wawan-Wawan Lastiawan • Selasa, 15 Agustus 2023 | 18:24 WIB
Direktur Perumda Manuntung Sukses Andi Sangkuru bersama President Geoentech Ltd Hyeok-Young, Kwon selepas penandatangan MoU studi kelayakan TPA Manggar, Selasa (15/8) di Balikpapan.
 (Foto : Erik Alfian/Prokal.co)
Direktur Perumda Manuntung Sukses Andi Sangkuru bersama President Geoentech Ltd Hyeok-Young, Kwon selepas penandatangan MoU studi kelayakan TPA Manggar, Selasa (15/8) di Balikpapan. (Foto : Erik Alfian/Prokal.co)

 

BALIKPAPAN-Perusahaan asal Korea Selatan, Geoentech Ltd berminat ambil bagian dalam pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dalam waktu dekat Geoentech bahkan bakal segera menyusun studi kelayakan alias feasibilty study (FS). 

Direktur Perumda Manuntung Sukses Andi Sangkuru mengatakan rencananya konsorsium bersama antara Geoentech Ltd dan Perumda Manuntung Sukses bakal menjalankan proyek ini.

Sebagai langkah awal, Perumda Manuntung Sukses sudah meneken MoU dengan Geoentech Ltd untuk penyusunan studi kelayakaan. "Kemungkinan studi kelayakan ini butuh satu tahun. Setelah itu, nanti akan dibahas lagi langkah selanjutnya," kata Andi Sangkuru selepas MoU di Balikpapan, Selasa (15/8) siang.

President Geoentech Ltd Hyeok-Young, Kwon mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan investasi senilai 50 Juta USD untuk pengelolaan TPA Manggar. Jika proyek berjalan lancar, Kwon yakin usia TPA Manggar bakal bertambah 15 tahun.

"Kalau informasi awal, TPA Manggar akan penuh dalam waktu beberapa tahun ke depan. Kami ingin membantu agar TPA Manggar bisa digunakan minimal 15 tahun ke depan," jelasnya.

Alih-alih membuat TPA baru, Geoentech menawarka sistem pengelolaan sampah yang lebih modern. Di mana nantinya TPA yang saat ini ada akan digali untuk kemudian diolah sampahnya. Lahan bekas galian, nantinya akan kembali dimanfaatkan untuk menampung sampah baru.

Metode ini, kata Kwon sudah digunakan Geoentech di puluhan TPA di Korsel. Di kawasan ASEAN, Thailand menjadi salah satu negara yang sudah menggunakan metode Geoentech.

"Ini merupakan proyek pertama kami di Indonesia. Semoga saja bisa berjalan lancar," harap dia.

Kwon menerangkan, ada 7 proyek yang rencananya akan dikerjakan di TPA Manggar oleh Geoentech Ltd, mulai dari pemanfataan gas metan, memisahkan sampah rumah tangga, sampah industri dan sampah B3. "Saat ini pemisahannya belum optimal, nanti akan kami siapkan sistem pemisahannya," kata dia.

Sampah yang dipisah, lanjut Kwon akan diolah menjadi sejumlah produk, seperti pupuk, plastik dan bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF). 

"Plastik akan dikoversi menjadi minyak dan digunakan untuk keperluan industri, sedangkan RDF nantinya dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara di pembangkit listrik," terang dia.

Selain menambah umur TPA Manggar, Kwon menyebut proyek pengelolaan TPA Manggar ini juga dapat berkontribusi terhadap penurunan emisi. (hul)

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#balikpapan