Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Investasi Senilai Rp 10 Triliun Segera Mengalir ke IKN

Wawan-Wawan Lastiawan • Jumat, 18 Agustus 2023 - 01:29 WIB
Pihak swasta direncanakan mulai membangun sejumlah infrastruktur pelengkap di kawasan IKN mulai bulan depan.  Nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 10 triliun.
 (Foto : Humas Otorita IKN)
Pihak swasta direncanakan mulai membangun sejumlah infrastruktur pelengkap di kawasan IKN mulai bulan depan. Nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 10 triliun. (Foto : Humas Otorita IKN)

 

SEPAKU-Investasi swasta di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) bakal segera terealisasi dalam satu bulan ke depan. 

Kepala Otorita IKN Bambang Susantono mengatakan nilai investasi pihak swasta nasional ini mencapai Rp 10 triliun.

“Jadi tahun depan kita tidak hanya akan melihat insfrastruktur yang dibangun pemerintah. Namun ada infrstruktur yang dibangun swasta untuk melengkapi,” kata Bambang selepas memimpin upacara Hari Kemerdekaan RI di Jalan Sumbu Kebangsaan Barat, IKN, Kamis (17/8) pagi.

Investor swasta nasional ini, kata Bambang akan masuk di sejumlah sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga pusat perbelanjaan.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Agung Wicaksono menambahkan investor swasta yang masuk ke IKN tersebut terdiri dari tujuh perusahaan dalam negeri dan konsorsium.

Mereka nantinya akan membangun fasilitas-fasilitas penunjang mulai dari hotel, rumah sakit, sekolah hingga kawasan perbelanjaan.

“Hotel ini tentu sangat penting karena banyak agenda di IKN mereka butuh tempat untuk tinggal. Begitu juga fasilitas kesehatan dan pendidikan serta perbelanjaan,” jelas Agung.

Selain infrastruktur yang sudah disebutkan tadi, pihak swasta juga diberi tawaran untuk membangun sarana prasarana seperti dari taman dan jalan.

“Ini nilainya sekitar Rp 1 triliun. Semoga pada kuartal IV ini sudah mulai terbangun,” ungkap Agung.

Disinggung soal investasi asing, Agung menyebut hingga kini semua penawaran masih terus berproses, baik tahap MoU maupun LOI.

“Karena kan memang pihak swasta dalam negeri sudah lebih dulu ditawari. Tepatnya saat market sounding pada tahun lalu,” katanya. (hul)

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#balikpapan