Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Proyek Gedung DPRD Balikpapan Dikeluhkan: Plafon Melendut, Kualitas Buruk

Indra Zakaria • Jumat, 21 Maret 2025 - 20:15 WIB
MEMPRIHATINKAN: Proyek Gedung DPRD baru yang menuai kritik terkait kualitas pengerjaan.(ato for Balpos)
MEMPRIHATINKAN: Proyek Gedung DPRD baru yang menuai kritik terkait kualitas pengerjaan.(ato for Balpos)

 

Pembangunan Gedung DPRD Balikpapan yang baru mendapat sorotan tajam dari Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H. Haris. Dalam kunjungan langsung ke lokasi, ia menemukan berbagai masalah pada kualitas konstruksi, mulai dari plafon melendut hingga kebocoran.

Saat meninjau proyek yang berada di belakang gedung lama DPRD Balikpapan, Haris mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, pengerjaan proyek yang melibatkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Manajemen Konstruksi (MK), serta tim perencana tidak sesuai ekspektasi.

"Ketika kami turun ke lapangan, gipsum yang baru dipasang langsung jebol saat disentuh," ujar Haris, Rabu (19/3/2025).

Tak hanya itu, ia juga menemukan plafon melendut serta sistem kelistrikan yang dipasang tidak sesuai prosedur standar internasional (ISO), sehingga berpotensi membahayakan keselamatan.

Anggaran Ratusan Miliar, Tapi Kualitas Meragukan

Haris menyoroti bahwa pembangunan gedung ini telah menelan anggaran hingga ratusan miliar rupiah. Namun, kondisi bangunan yang ditemukan jauh dari standar yang seharusnya.

"Kami tidak pernah mendapat informasi terkait masalah ini sebelumnya. Baru ketika proyek hampir selesai, kami mengetahui banyaknya kekurangan," tegasnya.

Salah satu permasalahan yang mencolok adalah penggunaan besi holo yang dinilai tidak cukup kuat untuk menopang plafon. Hal ini menambah daftar panjang masalah teknis yang berisiko di kemudian hari.

Gedung baru DPRD Balikpapan rencananya akan mulai digunakan pada tahun 2025. Namun, dengan kondisi yang ada, Haris pesimistis dan menilai masih dibutuhkan tambahan anggaran untuk perbaikan interior.

"Kami masih harus melihat apakah gedung ini benar-benar bisa digunakan tahun depan. Jika tidak, perlu dipertimbangkan kembali," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa jika kualitas pembangunan terus dibiarkan seperti ini, bukan tidak mungkin Aparat Penegak Hukum (APH) akan turun tangan untuk melakukan evaluasi lebih lanjut.

"Ini bukan soal sedikit uang, tetapi ratusan miliar yang dihabiskan. Seharusnya hasilnya jauh lebih baik dari ini," pungkas Haris.Pihak DPRD masih akan mengkaji lebih lanjut langkah yang perlu diambil guna memastikan gedung ini bisa digunakan dengan aman dan sesuai standar.(ato/han)

 

 

Editor : Indra Zakaria