BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program "Balikpapan Terang" di sepanjang tahun 2026. Program ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan visi dan misi Wali Kota Rahmad Mas’ud untuk menciptakan kota yang lebih aman, nyaman, dan ramah lingkungan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, fokus program kali ini tidak hanya menyasar jalan-jalan protokol. Dishub Balikpapan memastikan penerangan akan menjangkau kawasan permukiman warga, termasuk wilayah yang masuk dalam kategori kawasan kumuh yang selama ini minim cahaya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Muhammad Fadli, menjelaskan bahwa selain masalah penerangan, pihaknya kini tengah menggodok peningkatan sarana keselamatan jalan. Aspirasi warga mengenai marka jalan baru dan penyediaan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) menjadi prioritas tambahan yang akan segera dieksekusi.
“Keberadaan marka jalan dan zona selamat sekolah sangat krusial bagi keselamatan pengguna jalan, terutama bagi anak-anak sekolah. Ini adalah usulan penting yang langsung kami tindak lanjuti,” kata Fadli dalam keterangannya.
Keberlanjutan program ini juga melibatkan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dishub akan bersinergi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) untuk memastikan pemerataan cahaya di wilayah-wilayah padat penduduk yang memerlukan sentuhan perbaikan infrastruktur.
Fadli menekankan bahwa kawasan permukiman kumuh menjadi catatan khusus agar tidak ada wilayah yang terpinggirkan dari akses fasilitas publik. Kolaborasi antarinstansi ini diharapkan dapat mempercepat proses instalasi lampu jalan dan pengecatan marka di berbagai titik rawan.
Melalui program Balikpapan Terang yang diperluas ini, Pemkot Balikpapan menargetkan peningkatan kualitas hidup masyarakat serta menekan angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas di malam hari. Kini, cahaya lampu jalan diharapkan tidak lagi sekadar menjadi penghias kota, tetapi menjadi jaminan keamanan bagi setiap warga Balikpapan hingga ke depan pintu rumah mereka.(*)
Editor : Indra Zakaria