BALIKPAPAN – Isu pengelolaan sampah di Kota Balikpapan terus menjadi perhatian serius, terutama di tengah dinamika cuaca dan perubahan sosial. Menanggapi catatan dari Menteri Lingkungan Hidup saat kunjungan lapangan baru-baru ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menegaskan bahwa kondisi kebersihan lingkungan merupakan hal yang dinamis dan tidak bisa dinilai secara statis.
Sudirman menyampaikan apresiasinya terhadap langkah verifikasi langsung yang dilakukan pihak kementerian. Menurutnya, peninjauan lapangan sangat penting untuk memastikan akurasi data sebelum penetapan penghargaan lingkungan dilakukan. Hal ini dianggap sebagai langkah bijak untuk menghindari adanya komplain di kemudian hari. Namun, ia juga menekankan bahwa potret kebersihan sebuah wilayah bisa berubah dalam hitungan hari.
“Masalah lingkungan ini dinamis, bukan statis. Kondisi sungai, lahan, maupun pesisir dipengaruhi banyak faktor. Kejadian hari ini tidak bisa disamakan dengan besok,” jelas Sudirman.
Ia mencontohkan fenomena di kawasan pesisir dan sungai. Meski DLH telah mengerahkan sekitar 80 petugas setiap hari untuk membersihkan area pantai, faktor alam seperti pasang surut air laut sering kali membawa kembali sampah ke daratan. Begitu pula dengan sungai; meskipun sudah dibersihkan secara rutin, intensitas hujan yang tinggi dapat kembali membawa kiriman sampah dari hulu.
Selain faktor alam dan iklim, perilaku manusia menjadi variabel penting dalam menjaga kebersihan kota. Sudirman mencatat bahwa meski warga lokal Balikpapan umumnya sudah disiplin mengikuti aturan jam buang sampah, tantangan besar justru datang dari para pendatang. Pertumbuhan penduduk yang dinamis membuat edukasi mengenai regulasi kebersihan di Balikpapan harus dilakukan secara terus-menerus bagi mereka yang baru menetap.
Terkait koreksi menteri mengenai kondisi sungai yang dinilai belum sepenuhnya ramah lingkungan, Sudirman menganggap hal tersebut sebagai masukan konstruktif. Ia optimis bahwa penilaian pemerintah pusat juga akan mempertimbangkan situasi luar biasa, seperti tingginya curah hujan belakangan ini yang memengaruhi visual kebersihan di lapangan.
Pemerintah Kota Balikpapan melalui DLH berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah dan memperkuat edukasi publik, agar predikat kota bersih yang selama ini melekat pada Balikpapan tetap terjaga meski di tengah berbagai tantangan alam. (*)
Editor : Indra Zakaria