BALIKPAPAN – Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Balikpapan harus terhenti untuk sementara waktu. Langkah ini diambil menyusul penutupan sementara 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh otoritas terkait. Meski distribusi terhenti, situasi ini dinilai tidak memberikan dampak yang terlalu fatal terhadap aktivitas sekolah karena bertepatan dengan masa ujian siswa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Irfan Taufik, menjelaskan bahwa penghentian operasional ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh yang dilakukan Badan Gizi Nasional terhadap 74 SPPG di wilayah Kalimantan Timur. Fokus utama evaluasi ini adalah memastikan seluruh layanan memenuhi standar operasional, kualitas layanan, dan keamanan pangan yang ketat.
Salah satu kendala teknis yang menjadi alasan utama penutupan adalah belum terpenuhinya standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di sejumlah titik SPPG. Fasilitas IPAL dianggap sebagai komponen krusial untuk menjaga higienitas serta mutu makanan yang disalurkan kepada para siswa agar tetap sehat dan aman dikonsumsi.
Irfan mengakui bahwa setiap satu unit SPPG biasanya melayani kebutuhan konsumsi bagi tiga hingga empat sekolah. Dengan adanya penutupan ini, puluhan sekolah otomatis terdampak dan para siswa untuk sementara tidak menerima jatah makanan bergizi harian mereka.
“Dampaknya pasti ada, karena sementara siswa tidak menerima makanan bergizi gratis. Namun, momentum ini relatif tidak terlalu mengganggu karena bertepatan dengan jadwal ujian,” ujar Irfan Taufik.
Saat ini, para siswa tingkat SD dan SMP di Balikpapan tengah fokus menjalani Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih dua pekan. Waktu transisi ini dianggap cukup tepat bagi pengelola SPPG untuk melakukan perbaikan fasilitas tanpa mengganggu konsentrasi belajar-mengajar di hari biasa.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan hingga Maret 2026, tercatat ada 31 SPPG yang tersebar di seluruh kota. Dari jumlah tersebut, 18 unit di antaranya sedang dalam masa perbaikan dan evaluasi standar teknis.
Disdikbud Balikpapan berharap proses pemenuhan persyaratan teknis, terutama terkait pengolahan limbah dan dapur gizi, dapat segera rampung. Hal ini sangat diharapkan agar operasional dapat kembali normal secepat mungkin, sehingga manfaat dari program Makan Bergizi Gratis dapat segera dirasakan kembali oleh para siswa setelah masa ujian berakhir. (*)
Editor : Indra Zakaria