PROKAL.co, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mulai mendorong gerakan menanam dan merawat pohon sebagai upaya memperkuat kesadaran lingkungan sekaligus ketahanan pangan di daerah. Program ini menyasar lingkungan sekolah hingga masyarakat luas agar menjadi bagian dari budaya sehari-hari.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, menegaskan setiap satuan pendidikan diharapkan memiliki tanggung jawab untuk merawat minimal satu pohon. Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri diskusi pemerintahan umum, ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan yang digelar di D Boekit, Manggar, Rabu (28/4).
Menurutnya, gerakan ini tidak hanya berorientasi pada penghijauan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi generasi muda. Dengan merawat pohon, siswa diharapkan tumbuh dengan rasa tanggung jawab yang lebih besar terhadap lingkungan dan kehidupan.
“Kalau seseorang bisa memelihara satu pohon dan bertanggung jawab terhadap yang dia tanam, ke depan dia akan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar,” ujar Rahmad.
Program tersebut dinilai dapat diimplementasikan secara luas di sekolah-sekolah. Namun, keberhasilannya juga sangat bergantung pada dukungan masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting, terutama untuk mendukung ketahanan pangan lokal melalui penanaman komoditas seperti buah dan sayuran.
Rahmad mengungkapkan, saat ini sebagian besar kebutuhan pangan Balikpapan masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, bahkan impor yang mencapai lebih dari 90 persen. Kondisi ini menjadi tantangan yang harus diatasi melalui gerakan kolektif yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah kecamatan, Tim Penggerak PKK, hingga masyarakat umum, ia optimistis gerakan ini mampu mengurangi ketergantungan tersebut sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah. “Kalau semua bergerak bersama, insya Allah hasilnya akan positif,” katanya.
Ia juga menepis anggapan bahwa kondisi geografis menjadi kendala utama dalam pengembangan pertanian maupun peternakan. Menurutnya, sejumlah contoh telah membuktikan bahwa berbagai komoditas dapat tumbuh dan berkembang di Balikpapan, seperti tanaman anggur hingga ternak kuda. “Artinya sekarang tinggal ada kemauan atau tidak. Kalau kita mau berusaha, saya yakin Tuhan akan membukakan jalan,” ujarnya.
Rahmad juga berharap, gerakan ini tidak berhenti sebagai program jangka pendek, melainkan berkembang menjadi budaya masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Editor : Wawan