BALIKPAPAN – Fenomena meningkatnya jumlah remaja yang harus menjalani prosedur cuci darah di Balikpapan memicu keprihatinan mendalam di parlemen. Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Iim Rahman, memberikan peringatan keras bahwa lonjakan kasus gagal ginjal di usia muda ini merupakan buntut dari meledaknya angka Diabetes Melitus (DM) pada generasi Z.
Menurut Iim, paradigma bahwa diabetes adalah penyakit keturunan atau penyakit orang tua kini sudah bergeser. Realita di lapangan menunjukkan bahwa lingkungan dan pola hidup yang buruk menjadi "mesin utama" penyebaran penyakit ini pada kalangan generasi muda di Balikpapan.
“Sekarang diabetes bukan lagi sekadar penyakit regeneratif, tetapi lebih dipengaruhi oleh pola hidup dan lingkungan yang tidak sehat,” tegas Iim pada Selasa (28/4).
Salah satu poin krusial yang ia soroti adalah maraknya konsumsi makanan dan minuman manis yang kian tidak terkendali di kalangan anak-anak dan remaja. Ia menyayangkan banyak anak muda yang mengonsumsi jajanan tinggi gula bukan karena kebutuhan tubuh, melainkan hanya demi mengikuti tren atau gaya hidup yang berkembang di media sosial. Hal ini, menurutnya, adalah ancaman serius bagi masa depan bangsa.
“Sebagian anak sebenarnya sadar akan bahayanya, tetapi mereka tetap mengikuti tren. Ini yang perlu menjadi perhatian kita bersama,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, Iim mendorong pemerintah untuk memperkuat edukasi publik mengenai bahaya konsumsi gula berlebih. Ia juga menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap pelaku usaha kuliner, termasuk kafe-kafe yang tengah menjamur, agar lebih transparan dan memperhatikan kadar gula dalam setiap produk yang dijual. Dalam hal ini, peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dianggap sangat krusial.
Iim menyatakan bahwa persoalan ini akan segera ia bawa ke instansi terkait untuk dirumuskan menjadi langkah konkret. Baginya, cita-cita mewujudkan Indonesia Emas akan sulit tercapai jika kesehatan generasinya sudah digerogoti oleh penyakit kronis sejak dini.
Di akhir penyampaiannya, ia mengimbau para remaja di Balikpapan untuk segera beralih ke pola hidup sehat dengan cara yang sederhana: mengurangi gula, memperbanyak konsumsi air putih, dan rutin berolahraga. “Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Jika tidak dimulai sekarang, dampaknya akan semakin besar bagi masa depan mereka,” pungkasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria