PROKAL.CO- Pemerintah Kota Balikpapan mulai memasang kuda-kuda menghadapi ancaman fenomena El Nino yang diprediksi akan membawa musim kemarau lebih panjang dan ekstrem tahun ini. Melalui Surat Edaran Wali Kota Nomor 300.2.1/1059/E/SETDA, seluruh jajaran lurah diperintahkan untuk segera memetakan titik-titik cadangan air guna mencegah krisis air bersih bagi warga kota minyak.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, menegaskan bahwa langkah mitigasi harus dilakukan tanpa menunggu dampak kekeringan semakin parah. Beliau meminta seluruh perangkat daerah bergerak cepat menginventarisasi aset sumber air, mulai dari sumur bor hingga embung milik instansi maupun pribadi. “Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih ketika musim kemarau mencapai puncaknya,” ujar Rahmad.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Pemkot Balikpapan berencana mengaktifkan Posko Tanggap Darurat Kekeringan jika kondisi cuaca terus memburuk. Koordinasi di bawah BPBD Kota Balikpapan ini nantinya akan mengatur distribusi bantuan air melalui armada mobil tangki yang disiagakan dari berbagai instansi. Pemerintah juga membuka peluang untuk memanfaatkan sumber air milik warga atau perusahaan demi kepentingan umum jika status darurat resmi diberlakukan.
Selain masalah ketersediaan, kenaikan harga air yang kerap mencekik warga saat kemarau turut menjadi perhatian serius. Wali Kota memperingatkan para penyedia jasa air tangki agar tidak bermain harga di tengah penderitaan masyarakat. Jika krisis melanda, pemerintah daerah akan menerbitkan aturan tegas mengenai batas harga tertinggi penjualan air tandon. “Kami tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga air secara tidak wajar,” tegas Rahmad Mas'ud.
Pemerintah juga menggandeng PTMB (Perumda Tirta Manuntung Balikpapan) untuk secara rutin melaporkan kondisi debit waduk dan memastikan distribusi tetap terkontrol. Warga kini diimbau untuk mulai membiasakan budaya hemat air dan menyiapkan penampungan cadangan di rumah masing-masing sebagai upaya mandiri menghadapi dampak kemarau panjang yang dipicu oleh El Nino tahun ini. (*)
Editor : Indra Zakaria