Pemkot Balikpapan Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif dan Wirausaha Baru

Wawan • Dipublikasikan Senin, 27 April 2026 | 19:45 WIB
 Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat sektor ekonomi kreatif melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro dan kecil dengan menggelar pelatihan manik-manik.
Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat sektor ekonomi kreatif melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro dan kecil dengan menggelar pelatihan manik-manik.

 

PROKAL.co, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat sektor ekonomi kreatif melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro dan kecil. Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan menggelar pelatihan manik-manik tingkat lanjut yang berlangsung selama tiga hari mulai Senin (27/4/2026) di Hotel Zurich Balikpapan.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kota Balikpapan itu tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis peserta, tetapi juga diarahkan untuk mencetak wirausaha baru yang produktif dan profesional di sektor kriya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma, mengatakan pelatihan tahun ini merupakan lanjutan dari program sebelumnya dengan materi yang lebih mendalam dan teknis.

“Pelatihan ini sudah masuk tahap lanjutan. Materinya lebih detail, sehingga peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk dan daya saingnya,” ujarnya.

Menurut Heruressandy, penguatan keterampilan menjadi langkah penting dalam mendorong UMKM lokal agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. Selain keterampilan produksi, peserta juga diarahkan untuk memahami pengembangan desain dan kualitas produk agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Mayoritas peserta pelatihan merupakan ibu rumah tangga yang tergabung dalam berbagai komunitas UMKM di Balikpapan. Melalui kegiatan tersebut, mereka didorong untuk mengembangkan kreativitas sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari produk kerajinan yang dihasilkan.

Sebanyak 32 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari Forum UMKM Kecamatan, Forum UMKM Balikpapan, hingga Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Balikpapan. Keterlibatan lintas komunitas ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan pengembangan ekonomi lokal yang inklusif.

Pemerintah menilai sektor kriya memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan karena mampu membuka peluang usaha rumahan sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru. Produk kerajinan berbasis manik-manik juga dinilai memiliki pasar yang cukup luas, baik untuk kebutuhan lokal maupun suvenir khas daerah.

Selain meningkatkan keterampilan, pelatihan ini diharapkan dapat memotivasi para peserta untuk lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha mandiri. Pemerintah juga mendorong agar pelaku UMKM mampu memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran produk sehingga jangkauan pasar menjadi lebih luas. (adv/kominfobpn)

Editor : Wawan
ADV Pemkot Balikpapan pemkot balikpapan