PROKAL.co, BALIKPAPAN- Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong penguatan sektor pariwisata sebagai salah satu penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berbagai strategi disiapkan, mulai dari menghadirkan event berskala nasional hingga internasional, hingga pengembangan destinasi wisata baru yang lebih atraktif dan fleksibel bagi wisatawan.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, mengatakan pemerintah saat ini aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah penyelenggara kegiatan nasional guna menghadirkan event besar di Balikpapan.
Salah satu agenda yang tengah dipersiapkan adalah pelaksanaan Indonesia International Motor Show (IIMS) yang direncanakan berlangsung di Balikpapan pada Oktober mendatang. Kehadiran event otomotif berskala nasional tersebut diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi berbagai sektor usaha.
“Event itu penting, karena berdampak langsung ke hotel, restoran, dan sektor lainnya. Kami sudah komunikasi dengan penyelenggara, dan salah satu event besar akan digelar di sini,” ujarnya.
Menurut Ratih, penyelenggaraan event menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Tingginya mobilitas pengunjung dinilai dapat memberikan efek berantai terhadap sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM.
Selain fokus pada event, pemerintah juga terus mengembangkan potensi destinasi wisata di Balikpapan. Sejumlah konsep wisata tengah dipetakan, mulai dari wisata heritage, wisata alam, hingga pengembangan miniatur kilang sebagai destinasi wisata edukasi yang merepresentasikan identitas kota sebagai daerah industri migas.
Pemerintah juga mendorong optimalisasi destinasi wisata yang telah dikenal masyarakat, salah satunya Pasar Tumpah Pringgodani. Kawasan tersebut direncanakan beroperasi setiap hari agar lebih mudah diakses wisatawan.
“Ada wisata yang sudah dikenal luas, bahkan masuk penghargaan nasional, tapi tidak bisa dikunjungi setiap hari. Ini yang kami dorong agar bisa lebih fleksibel,” katanya.
Tak hanya itu, penguatan branding kawasan wisata seperti Melawai juga menjadi perhatian pemerintah. Kawasan pantai dan ruang publik di Balikpapan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas wisata dan rekreasi masyarakat.
Ratih menyebut sektor pariwisata memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD Kota Balikpapan. Pada tahun sebelumnya, kontribusi sektor tersebut tercatat mencapai sekitar 34 persen dari total PAD kota.
“Kami berharap kontribusi pariwisata bisa sama atau bahkan lebih dari 35 persen. Tahun lalu sekitar 34 persen dari PAD,” ungkapnya.
Dengan berbagai pengembangan yang dilakukan, Pemkot Balikpapan optimistis sektor pariwisata akan terus tumbuh dan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah, terutama di tengah meningkatnya aktivitas pembangunan dan mobilitas masyarakat di Kalimantan Timur. (adv/kominfobpn)
Editor : Wawan