BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan tengah menyusun strategi besar untuk mengatasi persoalan keterbatasan daya tampung sekolah pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Fokus utama penanganan diarahkan pada jenjang SMP, mengingat adanya ketimpangan jumlah sekolah yang cukup signifikan dibandingkan dengan jenjang Sekolah Dasar (SD).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menjelaskan bahwa disparitas jumlah antara SD dan SMP menjadi tantangan tahunan yang harus dihadapi. Menurutnya, jumlah lulusan SD setiap tahunnya tidak sebanding dengan ketersediaan kursi di SMP negeri yang ada di Balikpapan.
Sebagai langkah konkret, Disdikbud Balikpapan resmi menjalin kerja sama dengan 15 sekolah swasta untuk membantu menyerap siswa yang tidak terakomodasi di sekolah negeri. Melalui kolaborasi ini, diperkirakan sebanyak 1.200 anak dapat tertampung pada tahun ajaran baru mendatang.
“Yang paling sulit memang karena disparitas jumlah sekolah antara SD dan SMP. Dengan 15 sekolah swasta ini kita bekerja sama, sehingga bisa menampung sekitar 1.200 anak,” ujar Irfan Taufik, Senin (25/5/2026).
Selain mengandalkan sektor swasta, pemerintah daerah juga mengambil kebijakan untuk menambah kapasitas penerimaan di SMP negeri sebesar lima persen. Langkah ini diambil untuk mengimbangi lonjakan jumlah lulusan SD yang terus meningkat. Guna mendukung kebijakan tersebut, Pemkot Balikpapan telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk memfasilitasi penambahan daya tampung di sekolah-sekolah negeri tersebut.
Tak hanya fokus pada akses masuk sekolah, Pemkot Balikpapan juga memastikan keberlanjutan program bantuan seragam sekolah gratis untuk meringankan beban ekonomi orang tua siswa. Program ini mencakup penyediaan seragam nasional (Merah Putih dan Biru Putih), seragam Pramuka, hingga seragam batik khas daerah.
Untuk pengadaan seragam ini, pemerintah telah menyiapkan anggaran fantastis mencapai Rp20 miliar. Setiap siswa baru nantinya akan menerima bantuan perlengkapan sekolah dengan nilai sekitar Rp150 ribu untuk setiap jenis seragam yang diberikan.
Melalui perpaduan antara penambahan kuota, kemitraan strategis dengan sekolah swasta, serta subsidi perlengkapan sekolah, Pemkot Balikpapan optimistis seluruh anak usia sekolah di Kota Beriman dapat mengenyam pendidikan dengan layak. Irfan menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengevaluasi kebutuhan ruang belajar secara berkala demi menyesuaikan dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang dinamis di Balikpapan. (*)
Editor : Indra Zakaria