PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir, menilai peningkatan akses penerbangan ke Kabupaten Berau menjadi peluang besar untuk menarik wisatawan mancanegara, khususnya dari Tiongkok.
Saat ini, sudah ada beberapa maskapai yang melayani rute penerbangan ke Berau. Di antaranya, AirAsia, Sriwijaya Air, Batik Air, Lion Group, dan Super Air Jet.
Menurutnya, semakin banyaknya pilihan maskapai akan memberikan kemudahan bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke destinasi unggulan Berau, terutama Pulau Maratua yang dikenal memiliki keindahan alam bawah laut kelas dunia.
“Di Berau kan ada warga Tiongkok juga, dan itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari Tiongkok. Dengan akses penerbangan yang semakin baik, mereka akan lebih tertarik datang ke sini,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menyusul paparan tim Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada (UGM), yang sebelumnya menilai Berau memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan asal Tiongkok.
Menurut Ilyas, selain memiliki daya tarik wisata bahari yang kuat, Berau juga memiliki kedekatan sosial dengan warga Tionghoa lokal, yang dapat menjadi jembatan promosi wisata.
“Paparan dari UGM itu memang benar adanya. Potensi wisatawan dari Tiongkok cukup besar, apalagi kita punya hubungan sosial yang baik dengan masyarakat Tionghoa di Berau,” katanya.
Selain sektor pariwisata, Ilyas menambahkan, Berau juga memiliki potensi investasi besar, terutama di sektor perikanan. Beberapa investor dari luar negeri, termasuk Tiongkok, sudah menunjukkan ketertarikan untuk menanamkan modal.
“Potensi Berau besar untuk investasi. Beberapa waktu lalu, sudah ada investor yang datang dan berniat bekerja sama, terutama di sektor perikanan,” ujarnya.
Ia menilai, semakin banyak investor yang datang, semakin besar pula peluang promosi wisata Berau di tingkat internasional. Menurutnya, setiap kunjungan investor menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah.
Untuk memperkuat promosi, beberapa resort di Berau bahkan sudah melakukan pemasaran langsung ke Tiongkok. Upaya ini dinilai efektif memperkenalkan keindahan Maratua dan destinasi bahari lainnya kepada pasar internasional.
“Beberapa resort kita sudah ke Tiongkok untuk promosi langsung. Itu langkah bagus agar mereka tahu kalau Berau punya destinasi yang tidak kalah indah dengan daerah lain,” katanya.
Ilyas berharap ke depan konektivitas udara ke Berau semakin berkembang, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ia ingin wisatawan bisa datang langsung melalui Bandara Kalimarau tanpa harus transit di daerah lain.
“Kami ingin wisatawan bisa datang langsung lewat Tanjung Redeb, bukan lagi lewat Tarakan, misalnya. Mudah-mudahan nanti semakin banyak pesawat yang masuk ke Berau,” ujarnya.
Ia juga berharap ada penambahan rute penerbangan dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Jogjakarta, Bali, maupun Lombok. Dengan begitu, wisatawan domestik dan mancanegara dapat lebih mudah menjangkau Berau.
“Semakin banyak penerbangan yang menuju Berau, semakin besar juga peluang kita menarik wisatawan. Harapan kami, konektivitas udara ini terus berkembang agar pariwisata Berau semakin maju,” tutupnya.
Diketahui, wisatawan asal Tiongkok dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pasar pariwisata Berau.
Kepala Pusat Studi Pariwisata Universitas Gajah Mada (UGM), Mohamad Yusuf, mengungkapkan, sebagian wisatawan dari Negeri Tirai Bambu yang melakukan perjalanan ke Kinabalu dan Tawau, Malaysia, kini mulai menjadikan Berau sebagai tujuan lanjutan.
Disebutnya ada potensi besar untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Berau melalui pola perjalanan udara dari Kinabalu ke Tawau, yang kemudian berlanjut ke Berau.
Menurutnya, saat ini rute penerbangan dari berbagai kota di Tiongkok menuju Kinabalu, Malaysia, cukup padat. Tercatat, ada penerbangan langsung dari sembilan provinsi di Tiongkok ke Kinabalu.
Dari Kinabalu, wisatawan mancanegara, terutama dari Tiongkok, ada sebagian yang melanjutkan perjalanan ke Tawau. Bahkan, penerbangan dari Kinabalu ke Tawau rata-rata mencapai 10 kali dalam sehari.
Menariknya, dari Tawau, sebagian wisatawan tersebut diketahui melanjutkan perjalanan ke Berau, meskipun jumlahnya masih belum signifikan. Ia menilai pola perjalanan ini sudah terbentuk, namun perlu diperkuat agar jumlah kunjungan wisman ke Berau semakin meningkat.
“Kita perlu genjot lagi, bagaimana mendatangkan wisatawan mancanegara dari Tiongkok yang melakukan perjalanan dari Kinabalu ke Tawau, lalu lanjut ke Berau," ungkapnya. (aja/far)
Editor : Faroq Zamzami