PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau kembali menuntaskan pembangunan lanjutan fasilitas wisata di Pulau Kakaban tahun ini.
Salah satu fokus utamanya adalah perpanjangan jalur boardwalk di sekitar Danau Kakaban, yang kini bertambah sepanjang 230 meter.
Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Wisata, Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, melalui Staf Bidang Pengembangan Pariwisata Disbudpar Berau, Andi Nursyamsi, menjelaskan bahwa pembangunan jalur baru ini merupakan lanjutan dari pekerjaan sebelumnya.
Sebelumnya, sudah ada sekitar 400 meter jalur boardwalk yang lebih dulu terbangun. Dengan tambahan tahun ini, total jalur pejalan kaki di sekitar danau menjadi lebih dari 600 meter.
“Untuk lanjutan pembangunan sarana prasarana di Pulau Kakaban, fokus pertama adalah melanjutkan boardwalk di sisi Danau Kakaban. Kedua, membangun rumah penjaga yang juga berfungsi seperti mini rest untuk tempat beristirahat,” ujarnya.
Meski masih dalam tahap pembangunan dan finishing, kawasan wisata Danau Kakaban tetap dibuka untuk pengunjung. Pekerjaan tersebut ditarget rampung hingga awal Desember 2025. "Selama proses rehabilitasi ini, Pulau Kakaban tetap beroperasi seperti biasa,” tegasnya.
Adapun penambahan jalur ini bertujuan agar wisatawan tidak menumpuk di satu titik saja, melainkan bisa menyebar di beberapa area di sekitar danau.
Hal ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus menghindari tekanan berlebih pada biota di zona tertentu.
“Harapannya, kunjungan wisatawan bisa lebih tertata. Tidak hanya terfokus di satu titik, supaya tidak menimbulkan stres pada biota di dalam danau,” tambahnya.
Jalur tambahan sepanjang 230 meter ini dibangun dari sisi darat menuju area tepi danau. Di ujung jalur akan dibangun tempat bersandar kapal kecil atau semacam gross tonnage (GT) yang dilengkapi tangga turun ke air.
Selain itu, akan disediakan tiga titik tempat istirahat seperti gazebo bagi pengunjung.
“Selain jalur dan gazebo, kami juga melakukan finishing untuk dua toilet dan kamar ganti yang sudah ada. Fasilitasnya diperindah agar lebih nyaman digunakan wisatawan,” terangnya.
Pun pembangunan rumah penjaga juga menjadi prioritas. Sebelumnya, petugas penjaga kawasan terpaksa menempati bangunan Tourism Information Center (TIC) sementara.
“Sekarang sudah dibangunkan rumah penjaga, jadi TIC bisa difungsikan sebagaimana mestinya,” katanya.
TIC dua lantai yang dibangun tahun sebelumnya kini dalam tahap penyempurnaan. Beberapa perbaikan yang dilakukan antara lain pemasangan lantai vinil, pengecatan, serta penambahan fasilitas meja dan kursi.
“Kalau dua titik tempat istirahat memang masih kurang karena idealnya enam titik. Tapi itu akan kami lihat lagi nanti, tergantung hasil evaluasi dan ketersediaan anggaran,” ujarnya.
Pihaknya juga menegaskan bahwa setelah proyek tahun ini rampung, pengembangan destinasi di Kakaban akan dihentikan sementara dalam satu hingga dua tahun ke depan.
“Kita mau lihat dulu seperti apa respon dan kunjungan wisatawan, sambil menunggu evaluasi dan masukan dari pengunjung,” jelasnya.
Saat ini pengembangan Pulau Kakaban sudah sejalan dengan arahan Bupati Berau dan visi RPJMD yang menjadikan Kakaban sebagai destinasi wisata unggulan.
Tahun ini, pembangunan dilaksanakan menggunakan alokasi APBD murni 2025 sebesar Rp 2,3 miliar. Realisasi tersebut masih jauh dari usulan awal yang mencapai Rp 4 miliar.
Pihaknya juga berencana membuat jalan tembusan hingga ke destinasi Kehedaeng sekitar 200-300 meter. Sehingga, harapannya satu pintu masuk dari Pulau Kakaban menuju Kehedaeng. Pun arahnya menjadi tidak terlalu jauh.
“Jalan tembus ke Kehedaeng belum masuk dalam realisasi tahun ini. Harapan ke depan, akses itu bisa disatukan dengan agar lebih mudah dijangkau,” tuturnya.
Terpisah, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan penyelesaian lanjutan Danau Kakaban menjadi langkah penting dalam memperkuat daya tarik wisata unggulan daerah. Ia menilai pembangunan infrastruktur wisata seperti ini bukan hanya memperindah kawasan, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem di dalamnya.
“Kakaban adalah ikon pariwisata Berau yang dikenal hingga mancanegara. Karena itu, setiap pengembangan di kawasan ini harus memperhatikan aspek keberlanjutan agar tetap lestari dan nyaman dikunjungi,” ujarnya.
Pemkab Berau akan terus mendorong pengembangan wisata berbasis konservasi seperti di Pulau Kakaban. Dirinya ingin memastikan bahwa pembangunan pariwisata sejalan dengan perlindungan alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Kami ingin destinasi ini tidak hanya indah, tapi juga memberi manfaat ekonomi bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan. Dengan begitu, pelestarian lingkungan dan pariwisata bisa berjalan beriringan,” katanya. (aja/far)
Editor : Faroq Zamzami