Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Cokelat Berau Semakin Terkenal, Disbun Target Tambah 100 Hektare Perkebunan Kakao Tiap Tahun  

Redaksi • 2025-11-17 10:49:34
TAMBAH TARGET: Setiap tahun Disbun Berau menargetkan pertambahan perkebunan kakao sebanyak 100 hektare untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin besar.
TAMBAH TARGET: Setiap tahun Disbun Berau menargetkan pertambahan perkebunan kakao sebanyak 100 hektare untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin besar.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Dinas Perkebunan (Disbun) Berau menargetkan perluasan lahan kakao hingga 100 hektare setiap tahun.

Upaya ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk menjaga produktivitas sekaligus memperkuat posisi kakao Berau di pasar ekspor.

Kepala Disbun Berau, Lita Handini, mengatakan pengembangan kakao terus dilakukan secara bertahap.

Selain memperluas areal tanam, pihaknya juga fokus memperkuat kualitas produksi agar tetap memenuhi standar pasar internasional.

“Penambahan lahan ini kami arahkan untuk petani yang serius dan lahannya bebas banjir. Selain itu, pendampingan tetap kami lakukan melalui bantuan alat fermentasi, pupuk, serta pelatihan sumber daya manusia,” jelasnya.

Saat ini, luas kebun kakao di Berau mencapai 1.037 hektare dengan produksi sekitar 800 ton per tahun.

Dari jumlah itu, hampir setengahnya berada di Kecamatan Sambaliung dengan luas mencapai 479 hektare.

Sisanya tersebar di Kelay, Segah, Long Lanuk, Merasa, dan Birang.

Meski belum besar, produksi kakao Berau mulai menarik perhatian pasar global.

Salah satu pencapaiannya adalah kerja sama dengan perusahaan cokelat premium asal Prancis, Valrhona, yang siap mengekspor biji kakao Berau ke Eropa.

“Insyaallah, Desember nanti ekspor perdana dengan Cokelat Valrhona akan dilakukan. Jumlahnya tidak banyak, sekitar 20 ton, tapi ini langkah besar untuk petani kami,” katanya.

Menurutnya, Valrhona menetapkan standar ketat sebelum membeli biji kakao dari Berau.

Perusahaan tersebut datang langsung meninjau kebun, bertemu petani, hingga memastikan praktik budidaya dilakukan tanpa merusak hutan.

“Yang paling penting bagi mereka, jangan sampai kakao kami terindikasi deforestasi. Mereka ingin memastikan budidayanya dilakukan dengan baik dan minim bahan kimia,” tambahnya.

Selain memeriksa praktik lapangan, Valrhona juga membawa sampel biji kakao Berau ke laboratorium di Singapura untuk memastikan bebas logam berat.

Setelah dinyatakan aman, kerja sama ekspor dijalankan melalui PT Katulistiwa Agro Serasi Sentosa (KASS), perusahaan pengumpul biji kakao milik warga lokal.

Sebagian petani Berau masih menjual biji kakao basah ke perusahaan pengumpul.

Disbun terus mendorong petani agar mampu melakukan fermentasi sendiri karena nilai jualnya lebih tinggi.

“Kami sudah bantu alat fermentasi dan tempat jemur. Kalau petani bisa fermentasi sendiri, harga jualnya jauh lebih bagus,” ujarnya.

Nama Berau sudah dikenal di tingkat nasional. Tahun 2023, daerah ini meraih juara lomba biji kakao fermentasi tingkat nasional.

Tahun berikutnya, kakao Berau kembali masuk dalam sembilan besar kakao terbaik Indonesia yang dikirim ke ajang Cocoa of Excellence di Italia.

Meski begitu, tantangan tetap ada. Harga kakao di tingkat petani masih berfluktuasi, sempat mencapai Rp 120 ribu per kilogram dan kini turun di kisaran Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu.

Kondisi itu membuat sebagian petani beralih ke komoditas lain seperti sawit.

“Dulu Kampung Semanting itu kebun cokelat semua, sekarang tinggal sedikit,” ucapnya.

Untuk menjaga semangat petani, pihaknya berupaya menghadirkan kebanggaan melalui keberhasilan ekspor.

Baca Juga: Holding Ultra Mikro BRI Salurkan Pembiayaan Rp632 Triliun, Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Inklusi Keuangan

Menurutnya, ekspor biji kakao seharusnya disertai seremoni agar petani merasa dihargai.

“Bupati Berau sempat bilang, ekspor seharusnya di-launching supaya petani bangga. Biar mereka tahu hasil kerja kerasnya sampai ke luar negeri,” ujarnya.

Dirinya optimistis masa depan kakao Berau akan semakin baik.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan komitmen petani menjaga kualitas, kakao Berau diyakini mampu bersaing di pasar dunia.

“Biar sedikit, tapi ini bukti kalau petani Berau bisa. Cokelat dari tanah kita akhirnya dikenal sampai Eropa. Itu hadiah terindah buat kami,” tuturnya.

Sebelumnya, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyambut baik kedatangan perwakilan Valrhona yang berminat untuk menjadikan kakao Berau sebagai bahan baku utama produksi cokelat premium mereka.

Ia menyebut, hal itu sebagai langkah besar untuk memperkuat posisi Berau di pasar global.

“Mereka sangat berminat dengan cokelat Berau karena tahu potensi dan orisinalitasnya,” ujarnya.

Menurutnya, Pemkab Berau juga menyiapkan langkah strategis agar produksi kakao lokal semakin berkualitas.

Dinas terkait akan memperketat pengawasan standar mutu dan mengoptimalkan lahan tidur untuk peningkatan produksi.

“Kita akan tetap memperhatikan standar internasional, seperti yang digunakan oleh Valrhona,” katanya. (aja/far)

Editor : Faroq Zamzami
#berau #kakao berau #ekspor