Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Kabupaten di Kaltim Ini Masih Bergantung Beras dari Luar Daerah

Faroq Zamzami • 2025-03-10 10:38:16
TINGKATKAN PRODUKSI: Atasi kebergantungan beras luar, Pemkab Berau bakal optimalisasi lahan persawahan hampir 900 hektare tahun ini.
TINGKATKAN PRODUKSI: Atasi kebergantungan beras luar, Pemkab Berau bakal optimalisasi lahan persawahan hampir 900 hektare tahun ini.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), masih bergantung pada pasokan beras dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan warga.

Data Perum Bulog Berau, konsumsi rata-rata mencapai 2.000 ton per bulan sedangkan produksi lokal yang diperkirakan hanya sekitar 3.000 ton per tahun atau 250 ton per bulan.

 Baca Juga: Dissos PPU Salurkan BLT Rp 405 Juta, Tahap Pertama untuk 450 KK di Empat Kecamatan

Suplai dari daerah lain seperti Sulawesi dan Jawa Timur menjadi keharusan, apalagi ditopang kemudahan transportasi dari kedua wilayah tersebut. 

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, mendorong adanya perluasan lahan pertanian padi guna meningkatkan produksi daerah.

Menurutnya, langkah ini penting agar Berau tidak terus bergantung pada pasokan beras dari luar daerah.

“Saat ini, tren yang berkembang di Berau lebih banyak pada perluasan perkebunan sawit. Padahal, ketahanan pangan juga harus menjadi prioritas,” ujar Sutami, Minggu (9/3/2025).

Ia mengakui, produksi beras lokal masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat, sehingga distribusi dari luar daerah tetap mendominasi pasar.

Dari data yang dimiliki Perum Bulog Berau, antara konsumsi dan produksi masih sangat jauh, di mana konsumsi beras masyarakat Berau sebesar 2.000 ton sebulan sedangkan produksi di Berau masih 3.000 ton setahun.  

 Baca Juga: Diskes PPU Ajak Warga Maksimalkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis    

“Kita harus mulai mengubah pola ini dengan mendorong petani lokal serta menyediakan lahan yang memadai,” tambahnya.

Saat ini luas lahan pertanian padi di Berau juga masih kalah jika dibandingkan perkebunan kelapa sawit.

Oleh karena itu, Sutami menilai perlu ada keseimbangan agar Berau tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil sawit, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, I Putu Sention, melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet), DTPHP, Untung Pamilih, menyebut tahun ini, pemerintah bekerja sama dengan Universitas Mulawarman (Unmul) serta Kodim 0902 Berau bakal melakukan optimalisasi lahan pertanian. 

“Tahun ini baru ada program optimalisasi lahan seluas 895 hektare nanti,” ungkapnya. 

Program ini tentunya merupakan upaya pemerintah dalam mendongkrak produksi padi daerah, sehingga perlahan-lahan bisa swasembada pangan kedepannya.

 Baca Juga: Belum Juga Jalan Semua, KPK Mulai Cium Praktik Curang di Pelaksanaan MBG

Untung menyebut, program ini ke depan diharapkan memberikan dampak agar produksi padi Berau bisa mencukupi kebutuhan selama ini, tanpa harus impor dari wilayah lain. 

“Produksi padi Berau bisa dikonsumsi warga Berau, untuk proyeksinya berapa, saat ini belum bisa dihitung,” terangnya. (sen/far)

Editor : Faroq Zamzami
#berau #beras 200 gram #kaltim #sawit